Artikel

Mengenal Leptospirosis, Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan

Jelang akhir tahun di mana hujan sudah mulai sering terjadi seperti saat ini, kita semua sebaiknya mewaspadai beberapa penyakit yang berpotensi muncul, yang salah satunya adalah leptospirosis. Kenapa kita harus mewaspadai penyakit yang satu ini? Berikut adalah penjelasan singkatnya. Leptospirosis merupakan penyakit menular yang ditularkan dari urine hewan tikus. Penyakit ini berasal dari infeksi bakteri leptospira, bakteri yang bisa bertahan di dalam genangan air, seperti saat banjir terjadi. Penularan penyakit ini menular ke manusia melalui selaput lendir seperti mata, hidung dan makanan yang tidak higienis.  Ada beberapa gejala yang bisa dikenali saat seseorang mengalami leptospirosis, seperti tubuh menggigil kedinginan, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, badan lemas, tidak nafsu makan dan mata merah seperti iritasi. Leptospirosis ini sebenarnya mudah disembuhkan, tapi sebaiknya pengobatan harus cepat dan tepat. Jika ditangani tanpa pengobatan yang tepat, penyakit leptospirosis bisa menyebabkan komplikasi,  bahkan komplikasinya bisa berakibat fatal, seperti kerusakan ginjal, menyebabkan radang selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), memicu kegagalan liver dan bisa juga menyebabkan gangguan pernapasan akut. Ada beberapa cara yang bisa Wong Coco Family lakukan untuk mencegah leptospirosis, seperti:   Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan lingkungan rumah bebas dari tikus. Menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi, seperti saat banjir terjadi. Jika memang harus kontak dengan air saat banjir, selalu kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung mata untuk meminimalisir resiko terkena bakteri leptospira. Terakhir, selalu menjaga higienitas makanan dan minuman yang akan dikonsumsi dan selalu cuci tangan sebelum mengonsumsinya.   Itulah penjelasan singkat tentang leptospirosis. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Wong Coco Family semua ya!

 01 Desember 2021

Kebiasaan Buruk di Akhir Pekan yang Sebaiknya Dihindari

Saat akhir pekan, kita bisa bebas melakukan apa saja yang kita inginkan. Walaupun begitu, ada beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya tidak kita lakukan saat akhir pekan. Apa saja kebiasaan buruk di akhir pekan yang sebaiknya dihindari? Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk tersebut. Bermalas-malasan Tidak ada larangan memang untuk bermalas-malasan di akhir pekan. Tapi ingat, sebaiknya jangan menghabiskan waktu satu hari di akhir pekan hanya untuk bermalas-malasan ya, Wong Coco Family!  Terlalu lama bermalas-malasan bisa membuatnya menjadi kebiasaan buruk dan berdampak pada kesuksesan. Selain itu, jika terlalu lama bermalas-malasan, saat hari Senin tiba, kita bisa menjadi kurang bersemangat untuk menjalani aktivitas. Makan tidak sehat Saat akhir pekan, biasanya kita akan lebih memilih memanjakan diri, dan salah satunya dengan mengonsumsi makanan enak tapi kurang sehat.  Wong Coco Family pasti sudah tahu bahwa mengonsumsi makanan kurang sehat akan berpengaruh pada kesehatan tubuh kita nantinya. Jadi, usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat saat akhir pekan ya, Wong Coco Family! Terlalu lama menatap layar Saat akhir pekan tidak sedikit yang menghabiskan waktu akhir pekan dengan nonton televisi, serial, bermain komputer, atau sekadar bermain ponsel. Padahal, akhir pekan bisa menjadi waktu yang tepat untuk berhenti menatap layar dan melakukan kegiatan lain selain kegiatan menatap layar. Malas olahraga Ketimbang bermalas-malasan dan menatap layar seharian, ada baiknya jika kita berolahraga. Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan berbagai macam olahraga yang diinginkan, seperti bersepeda atau sekedar jalan santai keliling lingkungan sekitar.   Itulah beberapa kebiasaan buruk di akhir pekan yang sebaiknya Wong Coco Family hindari. Semoga informasinya bermanfaat!

 01 Desember 2021

Low Sugar Lebih Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Saat ini, banyak masyarakat yang sudah sadar akan efek buruk mengonsumsi gula terlalu banyak bagi kesehatan. Demi menjaga kesehatan, mereka akhirnya memilih mengonsumsi produk low sugar. Namun, apakah produk rendah gula tersebut memang lebih sehat dan aman untuk kita konsumsi? Simak penjelasan singkatnya berikut ini yuk Wong Coco Family! Produk rendah gula memang baik untuk kesehatan karena konsumsi gula yang berlebih memang bisa menyebabkan timbulnya banyak masalah kesehatan. Namun ingat, tidak semua produk yang memasang label rendah gula itu lebih sehat karena mungkin ada produk yang mengganti penggunaan gula asli dengan bahan sintetik yang justru bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan. Pemanis buatan yang ditambahkan pada produk makanan dan minuman tersebut memang mampu memberikan rasa manis seperti gula, tapi tidak mengandung kalori seperti gula asli. Beberapa pemanis buatan yang sering digunakan adalah sakarin dan aspartam.  Dua pemanis buatan ini memang diperbolehkan untuk dikonsumsi, tapi karena tidak mengandung kalori, manfaatnya untuk kesehatan sepertinya masih perlu penelitian lebih lanjut.   Jadi saat memilih produk low sugar yang baik untuk kesehatan, pastikan dulu gula yang digunakan dalam produk tersebut adalah gula asli. Produk makanan atau minuman yang memasang label low sugar dengan gula asli juga umumnya akan mengacu pada Perka BPOM No. 13 tahun 2016 yaitu produk yang mengandung gula 5 g per 100 g (dalam bentuk padat) atau 2,5 g per 100 ml (dalam bentuk cair). Karena mengacu pada Perka BPOM itulah, maka bisa disimpulkan bahwa produk yang memasang label low sugar memiliki kadar gula asli yang cukup dan aman untuk dikonsumsi untuk kesehatan kita. Meskipun begitu, ada baiknya juga Wong Coco Family mengecek juga kadar gulanya terlebih dahulu ya sebelum mengonsumsi produk makanan atau minuman dengan label low sugar, karena kebutuhan asupan gula setiap harinya bisa berbeda untuk setiap orang. Bicara produk low sugar yang memakai gula asli, ada satu produk Low Sugar persembahan Wong Coco yang dapat dicoba, yaitu Wong Coco Aloe Vera Low Sugar rasa white grape.   Wong Coco Aloe Vera Low Sugar rasa white grape merupakan salah satu pilihan produk rendah gula yang tidak menggunakan pemanis buatan seperti sakarain atau aspartam. Wong Coco Aloe Vera Low Sugar dibuat dengan gula asli, pemanis alami stevia dan tanpa bahan pengawet. Dengan Aloe Vera yang dipanen dari perkebunan sendiri, hadir dengan rasa white grape.   Saatnya mengonsumsi aloe vera dan buat harimu menjadi worry-free!

 01 Desember 2021

Tips agar Anak Tetap Sehat Selama Belajar Tatap Muka di Sekolah

Pembelajaran tatap muka di sekolah sudah mulai diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia. Pembelajaran ini belum diwajibkan dan keputusan ikut atau tidaknya siswa akan dikembalikan kepada orangtua masing-masing. Nah, jika Wong Coco Family mengizinkan anak menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.    Cek kondisi kesehatan anak Sangat disarankan untuk mengecek secara berkala kondisi kesehatan anak dengan mengukur suhu tubuh anak tiap hari. Wong Coco Family bisa memakai termometer biasa atau akan lebih baik lagi jika ada thermo gun yang mampu lebih cepat menampilkan hasil pengukuran suhu tanpa bersentuhan dengan permukaan kulit. Kalau suhu tubuh anak di atas batas normal, sebaiknya minta izin ke sekolah untuk tetap di rumah.   Ajarkan praktik kebersihan diri Ajarkan praktik kebersihan sangat penting dilakukan agar anak terlindungi dari virus dan bakteri penyebab penyakit.  Ajarkan ia mencuci tangan dengan durasi sekitar 20 detik atau jika tempat cuci tangan tidak ada, ajari ia memakai hand sanitizer dengan benar. Jangan lupa untuk membekali ia dengan air minum, makanan dan peralatan makan sendiri dari rumah ya, Wong Coco Family!   Gunakan kendaraan pribadi Di masa pandemi ini, tidak disarankan untuk menggunakan transportasi umum bagi siswa untuk pergi dan pulang dari sekolah. Para orangtua disarankan untuk mengantar dan jemput anak dengan kendaraan pribadi.   Ingatkan selalu taat protokol kesehatan Orangtua sangat disarankan untuk selalu mengingatkan anaknya agar selalu taat protokol kesehatan saat sekolah. Selain memakai masker, ingatkan pula supaya tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut dengan alasan apa pun. Jika hendak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut, anak harus cuci tangan dulu.   Semoga tips ini bermanfaat!

 31 Oktober 2021

5 Kebiasaan Sehat yang Sering Muncul di K-Drama Ini Bisa Kita Tiru

K-Drama (drama Korea) semakin hari semakin banyak digandrungi oleh banyak orang di banyak negara, termasuk Indonesia. Tidak hanya wanita, para pria pun sudah banyak yang hobi nonton K-Drama. Selain menghibur dengan cerita yang menarik, kebiasaan sehat yang dilakukan orang Korea juga sering kali muncul di beberapa drama Korea tersebut.    Berikut sejumlah kebiasaan sehat orang Korea yang sering muncul di K-drama yang bisa kita tiru.   1. Jalan Kaki  Di K-Drama kita sering melihat para pemerannya berjalan kaki saat bepergian, Hal ini tidak mengherankan karena berjalan kaki sudah menjadi sebuah kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan warga Korea saat ingin bepergian. Tidak hanya bisa menghemat ongkos perjalanan, rajin berjalan kaki saat bepergian juga bisa menjadi solusi untuk Wong Coco Family yang tidak ada waktu buat berolahraga namun ingin punya tubuh sehat dan fit.    2. Minum Air Putih Minum air putih adalah salah satu kebiasaan sehat yang hampir selalu hadir dalam drama Korea. Para pemerannya biasanya akan mengonsumsi air putih saat ingin tidur atau setelah bangun. Minum air putih tidak hanya bagus untuk kesehatan kulit, tapi juga sangat baik buat tubuh kita. Tubuh yang terhidrasi akan membantu menjaga konsentrasi dan mood kita sepanjang hari.   3. Makan Sayuran Hampir di semua drama Korea biasanya memunculkan adegan para pemain sedang memakan makanan sehat, seperti sayuran. Hal ini juga tidak mengherankan karena jika Wong Coco Family makan di restoran Korea akan menemukan banyak menu sayuran di dalam daftar menu restoran tersebut.   4. Mengunjungi Sauna Menghabiskan waktu dengan mengunjungi sauna sering kita temui saat menonton drama Korea. Kebiasaan baik ini tidak hanya memberikan manfaat baik buat kesehatan kulit, tapi juga bisa membantu kita merasa lebih santai dan rileks setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan belakangan ini.    5. Pakai Masker Wajah Orang Korea dikenal rutin menjaga kesehatan kulit wajah. Jadi tidak heran jika ada cukup banyak adegan merawat kulit wajah sering muncul dalam drama Korea. Biasanya para pemain drama Korea akan memakai masker mentimun atau sheet mask. Kebiasaan ini tentunya bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari supaya kulit wajah tetap terjaga kesehatannya.   Itulah beberapa kebiasaan sehat orang Korea yang sering muncul di K-drama yang bisa kita tiru. Semoga informasinya bermanfaat!

 31 Oktober 2021

Rekomendasi 3 Kedai Es Teler Paling Enak di Kota Jakarta

Salah satu racikan minuman dingin yang populer di Indonesia adalah es teler. Campuran es kelapa dengan alpukat, nangka dalam semangkuk es teler memang membuat sajian minuman segar ini digemari oleh banyak orang. Nah, kalau Wong Coco Family ingin makan es teler enak di Jakarta, berikut adalah rekomendasi 3 kedai es teler enak yang bisa dicoba di kota Jakarta.   1. Es Teler Sari Mulia Asli Berlokasi di komplek bioskop Metropole XXI, Es Teler Sari Mulia Asli atau dikenal juga dengan sebutan Es Teler Megaria ini wajib dikunjungi oleh para penggemar es teler di ibukota. Sedikit beda dengan es teler pada umumnya, es teler di sini tidak dihidangkan di dalam mangkuk, melainkan di dalam gelas tinggi besar.    Isiannya terdiri dari kelapa muda, nangka, dan sedikit alpukat. Sedangkan kuahnya terbuat dari air yang diberi sirup gula, susu kental manis, dan es batu.    2. Es Campur Gang 5 Di kawasan Pademangan, Jakarta Utara ada satu kedai es campur yang legendaris dan selalu ramai pembeli, namanya Es Campur Gang 5. Walau namanya kedainya es campur, di sini juga tersedia es teler. Es teler di kedai ini terdiri dari buah alpukat, nangka dan kelapa muda dengan es serut yang ditata menggunung.    Penasaran bagaimana rasanya? Wong Coco Family bisa langsung ke alamatnya di Jl. Pademangan 2 Gang 5, Jakarta Utara.   3. Es Teler Sumatera Aho Berlokasi di Jl. Pangeran Tubagus Angke, Jelambar, es teler di kedai ini isiannya berbeda, karena es telernya dibuat sesuai ciri khas es teler Medan. Kuahnya memakai santan dan gula merah. Isiannya, ada cendol, kacang merah, tape, jagung manis, dan cincau.    Itulah rekomendasi 3 kedai es teler enak yang bisa dicoba di kota Jakarta, semoga informasinya bermanfaat. Disaat ngidam banget es teler tapi Wong Coco Family sedang merasa mager atau mungkin masih ragu bepergian keluar rumah di masa pandemi, Jangan khawatir karena kamu tetap bisa menikmati sensasi es teler nikmat dengan Wong Coco Pudding Kelapa Es Teler di rumah.    Tidak hanya praktis untuk cara konsumsinya, namun Wong Coco Pudding Kelapa Es Teler ini tersedia di supermarket terdekat. Disaat sedang mager untuk hunting es teler, yang perlu Wong Coco Family lakukan adalah stock Wong Coco Pudding Kelapa Es teler di kulkas dan siap untuk dinikmati kapanpun mau.   Wong Coco Pudding Kelapa Es Teler dibuat dari perisa kelapa dan perisa es teler yang dilengkapi dengan susu tanpa lemak yang membuat kamu tidak perlu takut gembil, juga dengan gula asli tanpa pemanis buatan. 

 31 Oktober 2021

Berolahraga Setelah Vaksin Covid-19, Amankah?

Berolahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap hari, terlebih selama pandemi Covid-19 dimana imun tubuh yang prima sangat dibutuhkan. Tetapi, bagaimana jika Wong Coco Family baru saja divaksin Covid-19? Bolehkah berolahraga setelah kita disuntikkan vaksin Covid-19? Berikut penjelasan singkatnya.   Menurut informasi di laman Healthline, olahraga setelah vaksin Covid-19 aman untuk dilakukan karena sampai saat ini belum ada studi yang menunjukkan bahwa olahraga berbahaya jika dilakukan setelah mendapatkan vaksin Covid-19.   Walaupun begitu, Wong Coco Family sebaiknya memperhatikan terlebih dahulu reaksi tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan ke tubuh Wong Coco Family. Berdasarkan informasi dari CDC (Centers of Disease Control and Prevention), gejala yang umum dirasakan penerima vaksin antara lain nyeri, kemerahan, dan bengkak pada lengan yang disuntik.   Tidak hanya itu, penerima vaksin juga beresiko mengalami kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, demam dan mual. Nah, salah satu upaya untuk meminimalisir efek samping vaksin tersebut adalah beristirahat yang cukup dan tidak bergerak terlalu banyak, termasuk salah satunya berolahraga.   Jadi bisa kita simpulkan, berolahraga setelah vaksin memang aman karena sampai saat ini belum ada studi yang menunjukkan bahwa olahraga berbahaya setelah mendapatkan vaksin.   Namun ingat, jika Wong Coco Family mengalami efek samping vaksin, ada baiknya untuk menunda terlebih dahulu kegiatan berolahraga, setidaknya sampai efek samping vaksin tidak lagi terasa.   Semoga informasinya bermanfaat dan jika Wong Coco Family ingin tahu lebih jauh tentang hal ini bisa berkonsultasi langsung dengan ahli medis ya!

 17 September 2021

Masih Bekerja Dari Rumah? 6 Kebiasaan Buruk Ini Sebaiknya Dihindari

Walaupun membawa banyak dampak baik seperti meningkatkan efektivitas kerja dengan memangkas waktu perjalanan ke kantor dan meminimalisir resiko penularan virus Covid-19, bekerja dari rumah atau dikenal juga dengan WFH ternyata juga membawa kebiasaan buruk yang bisa merugikan kita semua. Apa saja kebiasaan buruk tersebut? Berikut adalah 6 kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari   Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus   Melakukan pekerjaan sekaligus memang sekilas bisa membuat pekerjaan bisa selesai dengan lebih cepat. Tapi ternyata, kebiasaan ini sebaiknya Wong Coco Family hindari karena justru bisa menurunkan tingkat produktivitas karena otak dipaksa untuk menjalankan dua pekerjaan sekaligus.   Dilansir dari laman situs liputan6, seorang ahli saraf dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Earl Miller, mengungkapkan multitasking bisa meningkatkan hormon stres kortisol serta hormon fight or flight (melawan-atau-lari) adrenalin, yang dapat merangsang otak secara berlebihan dan dapat menyebabkan kabut mental atau pemikiran yang kacau.     Kurang aktif bergerak   Saat bekerja dari rumah, kita akan memangkas berbagai aktivitas fisik yang biasa dilakukan di luar rumah, seperti berjalan ke kantor dan lain sebagainya. Hal ini sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, depresi, dan obesitas.   Sebuah studi di Journal of Comparative Neurology menunjukkan sebuah fakta adanya hubungan antara ketidakaktifan dan penurunan mental. Tidak aktif secara fisik (sedentary) dapat mengubah bentuk neuron tertentu di otak sehingga bisa menyebabkan terjadinya penurunan kesehatan mental. Karena itulah, selama bekerja di rumah kita disarankan untuk tetap aktif bergerak, seperti melakukan olahraga ringan selama 30 menit.   Terlalu lama duduk   Sebuah studi yang dilakukan oleh The University of California, Los Angeles (UCLA) mengungkapkan bahwa mereka yang lebih banyak duduk akan lebih berisiko mengalami penipisan di daerah otak yang berhubungan dengan memori.  Hasil studi ini menekankan bahwa terlalu banyak duduk tidak hanya membawa risiko kesehatan fisik, tetapi juga risiko neurologis.   Karena itu, usahakan untuk mengurangi waktu duduk sebisa mungkin. Wong Coco Family bisa menyelingi aktivitas bekerja dari rumah dengan berjalan ringan di area rumah setiap 10 menit sekali.   Terlalu lama menatap layar gadget   Menatap layar gadget terlalu lama bisa mengakibatkan penurunan memori dan kognitif. Selain itu, menatap layar terlalu lama juga bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik, seperti mata, telinga, leher, bahu, punggung, pergelangan tangan, dan lengan.   Untuk menghindari resiko tersebut, luangkanlah waktu sesekali untuk tidak menatap layar monitor gadget saat Wong Coco Family bekerja dari rumah.   Kurang tidur   Tidak sedikit mereka yang bekerja dari rumah yang akhirnya tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Karena merasa punya banyak waktu di rumah, tidur menjadi hal yang tidak diprioritaskan dan akhirnya membuat kekurangan waktu untuk beristirahat.   Kurang tidur bisa memperlambat pemikiran kita, mengganggu proses pengambilan keputusan, merusak ingatan, konsentrasi, dan penilaian. Karena itu, usahakan untuk selalu memiliki waktu tidur yang cukup (7-8 jam tiap harinya).     Terlalu lama bermain sosial media   Salah satu cara untuk menghibur diri saat bekerja dari rumah adalah dengan bermain sosial media. Namun ingat, terlalu lama bermain sosial media, juga bisa meningkatkan luapan informasi yang justru bisa menstimulasi otak secara berlebihan. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa menyebabkan stres.   Supaya bisa memaksimalkan kerja otak setiap harinya, ada baiknya untuk membatasi waktu untuk bermain sosial media ya, Wong Coco Family!   Itulah 6 kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari saat bekerja di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!  

 17 September 2021