Artikel

Kebiasaan Baru Para Traveller Indonesia di Era New Normal

Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi membawa banyak perubahan pada kebiasaan kita, termasuk kebiasaan saat bepergian. Kebiasaan apa saja yang berubah pada para traveller indonesia?    Dilansir dari laman situs kompas.com, menurut Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer sebuah situs penjualan tiket online, mengungkapkan bahwa kebanyakan kebiasaan traveller saat ini memang menjadi negatif seperti merasa paranoid terhadap hotel, tempat liburan, dan lainnya.    Walau demikian, Gaery mengungkapkan bahwa ada hal yang positif yang juga terjadi selama pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Dahulu, sebelum virus Covid-19 mewabah di negara kita, para traveller selalu berpikir bahwa mereka harus traveling ke tempat jauh, seperti Bali, Singapura, Jepang, dan lainnya.   Namun semenjak virus corona mewabah, tidak sedikit traveller yang mulai melirik destinasi lokal dan tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal. Mereka mencari tempat wisata yang dekat dan ada di sekeliling, karena merasa bosan terlalu lama berada di rumah.   Fenomena yang hampir terjadi di seluruh Indonesia ini menurut Gaery adalah hal yang positif, karena ada banyak tempat wisata yang dahulu belum terekspos, saat ini bisa terekspos. Contohnya, dahulu mereka yang tinggal di Ibukota belum banyak yang melihat daerah Sentul, Bogor sebagai destinasi wisata.    Tapi saat ini, daerah Sentul tidak kalah dengan daerah Puncak, Bogor dan selalu dipenuhi oleh para wisatawan asal Ibukota Jakarta pada saat hari libur, seperti akhir pekan. Hal ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi pengelola kawasan wisata di daerah tersebut.   Semoga informasinya bermanfaat dan ingat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan saat bepergian ya, Wong Coco Family!  

 06 September 2020

Mengenal Anosmia, Salah Satu Gejala Covid-19 yang Harus Diwaspadai

Selain gejala umum Covid-19, seperti batuk persisten, demam tinggi dan kesulitan bernapas, para ahli kesehatan juga memasukkan kehilangan indera penciuman sebagai gejala virus Covid-19. Hilangnya indera penciuman (anosmia) adalah kondisi umum yang mengiritasi lapisan hidung, seperti alergi atau pilek yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan bau sementara.   Anosmia biasa terjadi ketika hidung tersumbat karena pilek. Begitu pilek sembuh, indera penciuman pun biasanya akan berfungsi kembali. Namun ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi, anosmia harus diwaspadai karena bisa menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius, seperti telah terinfeksi virus Covid-19.   Hal ini telah dinyatakan dalam jurnal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Dilansir dari CNN, jurnal tersebut mengungkapkan bahwa gejala anosmia juga bisa dipakai untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya infeksi virus Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi pandemi di banyak negara.   Laporan studi tersebut mengungkapkan bahwa anosmia sudah tampak secara umum pada mereka yang dites positif terinfeksi Covid-19 tanpa gejala lain. Tidak sedikit pasien Covid-19 di seluruh dunia yang diketahui positif terinfeksi virus corona tanpa gejala demam tinggi atau batuk namun mereka mengalami anosmia.   Setelah menyimak penjelasan di atas, mulai saat ini ada baiknya jika kita tidak menyepelekan anosmia. Jika Wong Coco Family atau ada orang terdekat yang mengalami gejala anosmia, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas medis terdekat sehingga dokter bisa melakukan tindakan medis yang tepat untuk bisa mengatasi gejala anosmia tersebut.  

 03 September 2020

Kebaikan Serat Alami Ada di Segarnya Nata de Coco Sari Kelapa

Wong Coco Family pasti sudah tahu bahwa nata de coco merupakan olahan air kelapa. Kandungan gula yang terkandung dalam air kelapa mengalami fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter Xylinum. Air kelapa sendiri diketahui mengandung mineral dan vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Lalu, apakah kandungan gizi nata de coco sebanyak kandungan gizi air kelapa? Kandungan Gizi Nata de Coco Berdasarkan studi yang dilakukan Puslitbang Biologi LIPI, kandungan gizi nata de coco per 100 gram nata diketahui mengandung 80% air, 20 gram karbohidrat, 146 kal kalori, 20 gram lemak, 12 mg Kalsium, 2 mg Fosfor dan 0,5 mg Ferrum (besi). Sedangkan kandungan gizi 100 gram nata de coco yang dikonsumsi dengan pemanis atau sirup adalah 67,7% air, 12 mg Kalsium, 0,2% lemak, 2 mg Fosfor (jumlah yang sama untuk vitamin B1 dan Protein), 5 mg zat besi dan 0,01 ng (mikrogram) Riboflavin. Baik untuk Program Diet Nata de coco baik untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani diet rendah kalori karena kandungan kalorinya cukup rendah. Selain itu, nata de coco juga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Karena itulah, jika Wong Coco Family mengalami sembelit atau konstipasi, bisa mengonsumsi nata de coco untuk membantu mengatasinya. Serat nata de coco diketahui terdiri dari dua jenis, yaitu: 1. Serat larut air Serat ini berfungsi mengikat kadar air, menyerap karbohidrat dan melambatkan proses penyerapan glukosa. 2. Serat tidak larut air Serat ini berfungsi melancarkan saluran cerna. Itulah penjelasan singkat tentang kandungan gizi yang ada pada nata de coco. Agar kita bisa mendapatkan manfaat maksimal dari kandungan gizi yang terdapat dalam nata de coco, sangat disarankan untuk tidak menambah pemanis buatan. Salah satu produk Nata de Coco yang dibuat dengan gula asli dan tanpa pemanis buatan adalah Wong Coco Nata de Coco. Jadi, saat Wong Coco Family ingin menambahkan Nata de coco dalam minuman atau sajian lainnya, selalu pilih Wong Coco Nata de Coco!

 03 September 2020

Tips Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Risiko terinfeksi Covid-19 di masa new normal seperti saat ini masih ada dan karena itulah kita perlu tetap waspada dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk jika kita harus berobat ke rumah sakit.  Selain harus tetap menjalani protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan rajin cuci tangan, supaya aman berobat ke rumah sakit saat new normal, berikut adalah tipsnya.   1. Buat janji dengan dokter   Sebelum mendatangi rumah sakit, sebaiknya buat janji terlebih dahulu dengan dokter. Pastikan jadwal praktek dokter di rumah sakit yang akan dituju. Dengan begitu, Wong Coco Family bisa datang pada waktu yang tepat tanpa harus terlalu lama menunggu.   2. Gunakan kendaraan pribadi   Kendaraan pribadi sudah pasti lebih terjamin kebersihannya ketimbang naik transportasi umum. Namun kalau terpaksa harus menggunakan transportasi umum, jangan pergi pada jam sibuk. Dengan begitu, Wong Coco Family bisa menghindari kepadatan penumpang dan naik transportasi umum dan resiko terpapar virus corona bisa diminimalisir.   2. Daftar secara online untuk hindari antrian   Untuk menghindari antrean, jika memang layanannya tersedia, Wong Coco Family bisa melakukan pendaftaran atau berobat secara online. Dengan pendaftaran online, kita bisa mendapatkan nomor urut dan perkiraan waktu jam berapa harus datang ke rumah sakit atau klinik kesehatan, sehingga kita tidak perlu antri terlalu lama.    3. Jawab pertanyaan screening dengan jujur   Biasanya, petugas medis akan melakukan screening pada setiap pasien. Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan seperti apakah memiliki gejala sakit yang mengarah ke Covid-19, apakah pernah berkontak dengan pasien yang tertular virus tersebut dan lain-lain. Jawab pertanyaan tersebut dengan jujur supaya petugas medis bisa memberikan tindakan medis yang tepat.    Selain itu, jawaban jujur juga bisa membantu melindungi para petugas medis yang selama ini berada di garda terdepan dalam penanggulangan virus Covid-19.   4. Hindari berbincang dengan pasien lain   Ingat, penularan virus bisa terjadi lewat droplet (cairan yang keluar dari mulut dan hidung). Cairan itu bisa keluar ketika orang berbicara, bersin atau batuk. Karena itu, sangat disarankan untuk tidak berbincang atau mengobrol dengan pasien lain di rumah sakit.    Semoga tips ini bermanfaat dan ingat untuk selalu menjalani protokol kesehatan ya, Wong Coco Family!  

 01 September 2020

Ngemil di Kantor? Ini Aturannya

Tidak sedikit dari kita yang tidak tahan untuk tidak ngemil di kantor. Tidak dilarang memang tapi sayangnya menurut Mayo Clinic beberapa kebiasaan mengemil yang kurang tepat saat di kantor bisa meningkatkan resiko obesitas. Nah, karena itu kita perlu mengubah kebiasaan konsumsi cemilan tersebut. Beberapa adalah beberapa aturan yang sebaiknya kita patuhi agar bisa ngemil di kantor namun kesehatan tubuh tetap terjaga.   1. Jangan menyediakan wadah permen di meja kerja Ingat, yang menyebabkan konsumsi makanan manis menjadi meningkat adalah peningkatan frekuensinya. Walaupun sering dianggap sepele, 6-10 butir permen sudah bisa menambah asupan gula pada tubuh kita. Karena itulah sebaiknya tidak menyediakan wadah permen di meja kantor. Menyimpan permen di tempat yang lebih tertutup juga dapat membantu mengurangi frekuensi konsumsi permen.   2. Jangan makan sendirian Walau tidak berhubungan secara langsung, ngemil bersama teman di kantor akan membuat kita bisa lebih menikmati makanan secukupnya saja dan juga meningkatkan kedekatan dengan teman kerja.   3. Bawa cemilan dari rumah Merencanakan ngemil sehat akan lebih baik kalau kita sudah menyiapkan cemilan sebelumnya. Dengan begitu kita bisa mengatur apa yang akan kita makan utamanya nanti saat makan siang. Usahakan bawa bekal cemilan tepat dan mengenyangkan seperti buah atau pudding. Untuk menikmati pudding dengan cara yang praktis, Wong Coco Pudding bisa menjadi salah satu pilihan. Produk Pudding persembahan Wong Coco ini dibuat dengan paduan Purée buah guava dan mangga, serta perisa kelapa dan susu tanpa lemak. Ditambah dengan Nata de Coco di dalamnya, sehingga cocok untuk menjadi cemilan saat bekerja di kantor.

 30 Agustus 2020

Bolehkah Memberikan Nata de Coco untuk Si Kecil?

Nata de coco merupakan salah satu bahan pangan yang diproses dari air kelapa. Pengolahannya membutuhkan bakteri Acetobacter Xylinum yang bisa melakukan fermentasi gula dalam air kelapa untuk diubah menjadi nata de coco. Karena berasal dari air kelapa, nata de coco jelas mengandung kadar mineral dan vitamin yang baik bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan studi yang dilakukan Puslitbang Biologi LIPI, kandungan gizi nata de coco per 100 gram nata diketahui mengandung 80% air, 20 gram karbohidrat, 146 kal kalori, 20 gram lemak, 12 mg Kalsium, 2 mg Fosfor dan 0,5 mg Ferrum (besi). Tapi, mungkin masih ada dari Wong Coco Family yang masih ragu untuk memberikannya pada anak-anak, terlebih beberapa waktu yang lalu ada sebuah video yang memberi informasi palsu tentang nata de coco mengandung plastik. Informasi ini jelas tidak benar dan menyesatkan. Direktur Pengawasan Pangan Olahan Resiko Rendah dan Sedang BPOM RI, Ema Setyawati, menegaskan nata de coco yang asalnya dari kelapa itu betul-betul makanan, bukan plastik. Ema juga menambahkan, produk Nata de Coco masuk dalam kategori pangan Dalam proses pembuatannya, nata de coco yang mirip gel ini terbentuk dari jutaan lembaran tipis benang selulosa yang berlapis-lapis, sehingga menjadikan pangan ini mengandung serat tinggi yang baik untuk tubuh. Lembaran tipis inilah yang disebut-sebut seolah-olah lembaran plastik. Nah, setelah menyimak informasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa informasi tentang nata de coco terbuat dari plastik dan karena itulah Wong Coco Family tidak perlu ragu lagi untuk memberi nata de coco pada Si Kecil. Untuk menikmati nata de coco dengan cara yang praktis, Wong Coco Nata de Coco Dugan 235g yang cocok untuk sekali makan bisa menjadi pilihan. Wong Coco Nata de Coco Dugan dibuat dengan air kelapa yang dibentuk slice (pipih), dan gula asli tanpa pemanis buatan sehingga cocok untuk kamu atau Si Kecil!  

 22 Agustus 2020