Artikel

Jadi Pandemi di Guinea, Mungkinkah Virus Ebola Sampai Negara Kita?

Virus ebola yang sempat mewabah di Kongo pada pertengahan tahun 2020 kembali menjadi pandemi di Guinea pada bulan Februari 2021. Dilansir dari laman situs detikhealth, penetapan pandemi di Guinea ini dilakukan setelah ada 4 dari 8 orang yang terinfeksi dilaporkan meninggal akibat terinfeksi virus Ebola. Pandemi ini sudah pasti harus diwaspadai oleh negara lain, termasuk Indonesia. Namun, mungkinkah virus ebola sampai negara kita? Dilansir dari laman situs okezone, dr Indah Fitriani, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, menjelaskan kemungkinan itu masih ada walau sangat kecil. Menurutnya, ada tiga 3 alasan kenapa wabah Ebola kemungkinannya sangat kecil sampai ke negara kita, yaitu: Indonesia jauh dari lokasi sumber kasus Wabah Ebola terjadi di negara yang letaknya di benua Afrika dan jaraknya sangat jauh dengan Indonesia, sehingga kecil kemungkinan virus ini masuk ke Indonesia. Namun, setiap negara diimbau WHO untuk tetap waspada dengan virus ebola. Telah ditemukan vaksin ebola Ebola sudah ditemukan vaksinnya, yaitu rVSV-ZEBOV. Vaksin ini berisi virus vesicular stomatitis (VSV) yang sudah dimodifikasi, sehingga isinya berupa kode protein yang bisa menstimulasi respons imun (daya tahan tubuh) terhadap virus ebola. Pasien ebola mudah terdeteksi Saat seseorang terinfeksi virus ebola, pasti tubuh pasien akan muncul gejala. Tidak sama dengan Covid-19 dimana pasien terinfeksi mungkin saja orang tanpa gejala (OTG), Mereka yang terinfeksi virus ebola mudah terdeteksi karena memiliki gejala yang sangat berat hingga fatal sehingga tidak mungkin bepergian dengan leluasa, terlebih naik pesawat ke luar negeri. Itulah 3 alasan kenapa wabah Ebola kemungkinannya sangat kecil sampai ke negara kita. Walaupun demikian, ada baiknya kita selalu waspada dan karena pandemi Covid-19 di negara kita belum berakhir, selalu taati protokol kesehatan ya, Wong Coco Family!

 01 Maret 2021

5 Tren Olahraga di Tahun 2021

Memasuki 2021, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Walaupun beberapa kegiatan, seperti bekerja di kantor, sudah berjalan seperti biasa dengan tetap menjalani protokol kesehatan, masih banyak kegiatan yang sangat disarankan untuk tetap dilakukan di rumah saja, seperti berolahraga. Berikut adalah 5 tren olahraga di tahun 2021. Yoga Yoga adalah salah satu tren olahraga di masa pandemi karena selain bisa dilakukan di rumah saja, cukup banyak gerakan yoga yang bisa dilakukan oleh orang awam atau pemula. Secara umum, latihan yoga berfokus pada pernapasan, kekuatan, dan fleksibilitas untuk meningkatkan kualitas mental dan fisik. Tidak hanya bisa membuat tubuh bugar, yoga juga mampu menurunkan stres dan membuat tubuh lebih tenang. Senam aerobik Selain yoga, senam aerobik juga menjadi olahraga yang banyak diminati di masa pandemi Covid-19 karena bisa dilakukan di rumah. Mereka bisa melakukan senam aerobik bersama sahabat atau kerabat melalui aplikasi online. Trampoline Rebounder atau trampoline kecil saat ini sudah cukup populer. Tidak hanya karena bisa muat di ruangan yang sempit, rebounder juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena bisa membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mengasah keseimbangan. Jogging Jogging sejatinya juga salah satu olahraga yang banyak penggemarnya dan cukup banyak yang melakukannya selama masa pandemi. Walaupun bisa dilakukan di luar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, ada baiknya olahraga yang satu ini dilakukan nanti saat pandemi sudah berakhir. Sepeda Bersepeda juga salah satu jenis olahraga favorit di tengah pandemi Covid-19. Jenis olahraga ini dapat dilakukan dari berbagai usia dan sangat menyenangkan karena selain bisa menyehatkan tubuh, bersepeda juga bisa menyegarkan pikiran. Namun karena kegiatan bersepeda ini hanya bisa dilakukan di luar rumah, ada baiknya tidak dilakukan terlebih dahulu selama pandemi belum berakhir. Semoga informasi ini bermanfaat!

 01 Maret 2021

Tren Konsumsi Aloe Vera sebagai Serat Alami

Di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda dunia, ada satu hal positif yang hadir di tengah masyarakat, yaitu meningkatnya kesadaran untuk selalu menjaga kesehatan dengan menjaga dan meningkatkan imun tubuh. Salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh adalah selalu menjaga kesehatan pencernaan. Dilansir dari laman situs detikHealth, seorang ahli medis, dr Adeline Devita, mengungkapkan saluran pencernaan mempengaruhi hingga 80% dari sistem imun tubuh karena saluran pencernaan terdiri dari jaringan mukosa yang sangat luas, sehingga jika benda asing yang berefek negatif dan berpotensi menjadi penyakit masuk ke tubuh melalui saluran cerna bisa beresiko menyebabkan suatu penyakit. Nah, menurut dr Adeline, agar pencernaan terjaga kesehatannya, kita disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Dengan memenuhi kebutuhan serat harian, dapat memelihara kesehatan usus, sehingga pencernaan sehat, imun tubuh pun meningkat. Lalu, dari mana kita bisa mendapatkan serat untuk kesehatan pencernaan? Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya serat alami, seperti aloe vera. Dilansir dari laman situs honestdocs, kandungan serat yang cukup tinggi pada aloe vera bisa membantu memperlancar pencernaan dalam tubuh. Nutrisi tanaman ini juga berperan dalam membantu penyerapan protein pada makanan lain yang berdampak langsung pada kelancaran fungsi usus dalam melakukan proses pencernaan. Manfaat yang mendukung proses pencernaan inilah yang membuat aloe vera saat ini menjadi tren di tengah masyarakat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Walaupun bermanfaat, jika ingin mengonsumsinya sangat disarankan untuk memilih aloe vera yang sudah benar-benar diolah dengan baik dan getahnya sudah dibersihkan dengan maksimal. Agar praktis, Wong Coco Aloe Vera bisa menjadi pilihan. produk persembahan Wong Coco ini dibuat dengan aloe vera yang dipanen dari perkebunan sendiri tanpa menggunakan pemanis buatan. ____di sini____ Wong Coco Aloe Vera berisi aloe vera dengan sensasi crunchy, yang dipadukan dengan rasa lemon, sehingga sangat cocok untuk disajikan untuk keluarga tercinta.  

 01 Maret 2021

Jangan Ragu! Vaksin Covid-19 Aman dan Halal

Sebagai upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih saja berlangsung, pemerintah akan memberikan vaksin Covid-19 ke seluruh masyarakat Indonesia secara bertahap. Agar masyarakat tidak ragu, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin. Vaksin ini sangat penting dan sebagai warga negara Indonesia kita wajib mendukung program ini. Kita tidak perlu ragu karena vaksin Covid-19 Sinovac yang diimpor pemerintah dari negara Cina sudah dinyatakan aman oleh BPOM . Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) memastikan vaksin Covid-19 Sinovac sudah diuji coba tahap ketiga dan sudah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). BPOM menjamin vaksin Sinovac secara keseluruhan aman. Berdasarkan evaluasi khasiat, vaksin Sinovac diketahui mampu membentuk antibodi di dalam tubuh dan mampu membunuh sekaligus menetralkan virus SARS-CoV-2. Untuk umat muslim yang memang mayoritas di negeri tercinta pun tidak perlu ragu apakah vaksin ini sudah halal atau belum karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang kehalalan vaksin Sinovac dengan mempertimbangkan proses hasil audit yang dilakukan oleh LPPOM MUI. Setelah menyimak penjelasan di atas, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk meragukan keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19 Sinovac. Mari dukung program pemberian vaksin yang dilakukan pemerintah ini dan jangan lupa untuk tetap selalu mematuhi protokol kesehatan agar pandemi ini bisa segera berakhir.

 02 Februari 2021

Gaya Hidup yang Akan Jadi Tren di Tahun 2021

Tahun 2020 mungkin menjadi tahun yang cukup sulit dan menguras banyak tenaga dan pikiran bagi kita semua karena adanya pandemi virus Covid-19. Kita harus mengubah banyak hal, termasuk gaya hidup kita sehari-hari menjadi lebih sehat agar tidak mudah terinfeksi virus Covid-19. Lalu, bagaimana dengan tahun 2021 ini?  Berikut adalah prediksi beberapa gaya hidup yang akan jadi tren di tahun 2021.   Memakai Produk Ramah Lingkungan   Semakin hari semakin banyak orang mulai menyadari pencemaran lingkungan karena pemakaian produk sekali pakai, sehingga produk ramah lingkungan semakin populer dan diprediksi akan menjadi tren di tahun 2021 ini. Tidak hanya itu, pandemi juga membuat banyak orang ingin membantu sesama dengan mendukung produk-produk rumahan yang ramah lingkungan. Dengan begitu, tidak hanya lingkungan yang lebih terjaga, perekonomian masyarakat juga ikut terbantu.   Home Schooling / Home Learning   Pandemi Covid-19 menyebabkan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, hingga Perguruan Tinggi terpaksa memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Saat pandemi berakhir memang pembelajaran akan kembali seperti semula namun ternyata ada cukup banyak orang tua yang diprediksi memilih anaknya sekolah dari rumah walaupun pandemi sudah berakhir.   Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Federation for Children, diketahui ada sebanyak 40 persen orang tua berencana untuk terus menyekolahkan buah hatinya dari rumah (homeschooling) bahkan setelah pandemi berakhir. Ini disebabkan karena banyak keluarga yang menganggap fleksibilitas, ketersediaan sumber daya, dan keamanan yang ditawarkan sistem pembelajaran dari rumah tersebut jauh lebih baik. Jadi diprediksi homeschooling akan menjadi tren di tahun 2021.   Menerapkan Gaya Hidup Sehat   Cara paling efektif untuk terhindar dari penyakit adalah menerapkan gaya hidup sehat, termasuk di saat pandemi ini.  Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, menerapkan gaya hidup sehat sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan dan gaya hidup ini diprediksi masih akan menjadi tren di tahun 2021.   Gaya hidup sehat yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2021 ini adalah kebiasaan makan yang lebih sehat, rutin berolahraga dan memperhatikan kebersihan tubuh yang salah satunya adalah rutin mencuci tangan.   Itulah prediksi beberapa gaya hidup yang akan jadi tren di tahun 2021. Semoga informasinya bermanfaat untuk Wong Coco Family semua!

 02 Februari 2021

Ini Manfaat Makanan Ringan Selain Penunda Lapar

Makanan ringan atau biasa disebut juga dengan camilan sering kita konsumsi sebagai makanan penunda lapar. Selain penunda lapar, makanan kecil juga menyimpan banyak manfaat yang mungkin Wong Coco Family belum ketahui. Apa saja manfaat tersebut? Berikut adalah beberapa di antaranya.   Mengontrol Berat Badan   Mengonsumsi makanan ringan bisa membuat kita terhindar dari kelaparan ekstrim sehingga saat waktunya jam makan kita tidak makan berlebihan. Dengan berkurangnya keinginan untuk makan berlebih, maka kita bisa dengan mengontrol berat badan. Tapi ingat, makanan ringan yang dikonsumsi juga sebaiknya tidak berlebihan.   Meningkatkan Mood   Mengonsumsi makanan ringan di kantor sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga dan meningkatkan mood, sehingga kita menjadi bisa tetap tenang, fokus dan selalu optimis pada saat masalah atau tantangan muncul dalam pekerjaan di kantor.   Meningkatkan Asupan Nutrisi   Makanan ringan juga bisa menambah asupan nutrisi dalam tubuh, seperti buah dan sayuran yang mampu membantu sistem kekebalan tubuh. Pilihan makanan ringan bernutrisi lain seperti yogurt, keju rendah lemak bisa membantu memenuhi asupan protein yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.   Itulah beberapa manfaat makanan ringan selain penunda lapar. Nah, satu pilihan makanan ringan yang bisa Wong Coco Family pilih adalah Wong Coco Pudding.  Pudding persembahan Wong Coco ini dibuat dengan purée buah mangga dan jambu biji merah, serta perisa kelapa.     Wong Coco Pudding juga dibuat dengan susu tanpa lemak yang membuat kita ngemil tanpa perlu takut gembil, serta berisi Nata de Coco yang akan melengkapi sensasi kunyah yang lembut dan kenyal secara bersamaan. Wong Coco Pudding sangat cocok untuk dikonsumsi langsung dan menjadi makanan ringan penunda lapar. Jadi jangan lupa untuk sediakan Wong Coco Pudding dirumah ataupun dikantor!

 02 Februari 2021

Jenis-jenis Hidangan Penutup yang Paling Sering Disajikan

Hidangan penutup atau dikenal juga dengan desserts merupakan hidangan yang umumnya disajikan setelah kita mengonsumsi hidangan utama. Salah satu ciri khas dari makanan penutup adalah cita rasanya yang mayoritas manis. Dari sekian banyak jenis hidangan penutup, jenis-jenis hidangan penutup berikut inilah yang paling sering disajikan.   1. Es Krim Es krim adalah salah satu pilihan terbaik untuk menikmati hidangan penutup dengan sensasi rasa yang manis menyegarkan. Ada berbagai macam pilihan rasa es krim yang dipilih untuk dijadikan sajian hidangan penutup, seperti vanilla, cokelat dan lain-lain.   2. Cake Cake juga merupakan pilihan hidangan penutup yang paling sering disajikan. Selain manis, hidangan penutup ini memiliki tekstur yang lembut dan pas untuk dikonsumsi setelah menyantap hidangan utama. Tidak jarang, cake dilengkapi dengan topping yang menggugah selera sehingga semakin menarik dinikmati.   3. Pudding buah Pudding buah juga tidak kalah populer dengan es krim maupun cake. Memiliki tekstur yang lembut dengan rasa yang manis membuat pudding menjadi salah satu pilihan hidangan penutup yang paling sering disajikan setelah hidangan utama. Untuk membuatnya pun tidak sulit, namun jika ingin lebih praktis, Wong Coco Pudding Kelapa bisa menjadi pilihan.     Wong Coco Pudding dibuat dengan purée buah asli jambu biji merah dan mangga (Wong Coco Pudding Guava dan Wong Coco Pudding Mangga) serta perisa kelapa (Wong Coco Pudding Kelapa). Wong Coco Pudding hadir dalam kemasan 120g yang cocok untuk dikonsumsi sebagai hidangan penutup atau cemilan penunda lapar .

 29 September 2020

Topping Dessert Andalan Indonesia

Saat ini, hampir semua hidangan penutup atau hidangan yang rasanya manis dilengkapi dengan topping. Terletak di bagian paling atas membuat topping menjadi salah satu faktor penting dalam sebuah sajian. Tidak hanya bisa menambah rasa dan kenikmatan suatu makanan, topping juga bisa menambah selera para penikmatnya.    Dari sekian banyak varian topping, berikut adalah beberapa topping dessert andalan Indonesia.   1. Bubuk Matcha Saat ini, bubuk matcha sudah merambah banyak dessert, termasuk dessert manis khas Indonesia, seperti martabak manis. Bubuk matcha atau green tea digunakan sebagai penambah cita rasa makanannya. Tidak hanya menjadi toping, kadang matcha atau green tea juga digunakan sebagai bahan campuran utama dalam sebuah menu makanan.   2. Keju Mozarella Keju yang mudah dilelehkan ini sering dijadikan sebagai tambahan di berbagai menu makanan, termasuk dessert. Lelehan kejunya yang begitu menggoda yang menjadi daya tarik dari keju mozarella, sehingga banyak digunakan di banyak hidangan, termasuk hidangan penutup.   3. Buah segar Topping buah segar, seperti buah stroberi, sering digunakan pada jelly pudding. Tidak cuma bisa menambah cita rasa, tampilan warna buah stroberi yang merah merona membuat hidangan penutup menjadi sangat menggoda untuk dinikmati.   4. Nata de Coco Sama dengan buah segar, nata de coco juga sering dipakai sebagai topping untuk melengkapi hidangan penutup seperti pudding atau es buah. Tidak hanya bisa membuat hidangan menjadi lebih nikmat, penambahan nata de coco juga membuat hidangan penutup menjadi lebih bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena mengandung serat.   Salah satu pilihan produk nata de coco yang bisa kita pilih untuk topping dessert adalah Wong Coco Nata de Coco Dugan. Dibuat dengan air kelapa yang dibentuk slice (pipih), gula asli tanpa pemanis buatan. Berbeda dengan nata de coco yang berbentuk cubes (kotak) pada umumnya, sensasi pipih nata de coco ini membuatnya terasa seperti makan kelapa.   Wong Coco Nata de Coco Dugan dapat dikonsumsi langsung ataupun disajikan sebagai bahan untuk membuat sajian lainnya.    

 28 September 2020

Jenis Makanan Berserat yang Mudah Disiapkan

Makanan berserat sangat penting untuk mempermudah dan memaksimalkan kinerja saluran cerna. Saluran pencernaan yang sehat sudah pasti bisa membantu daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit. Karena itulah mengonsumsi makanan berserat sangat dianjurkan.    Makanan berserat sangat mudah dan disajikan. Berikut adalah beberapa jenis makanan berserat yang mudah disiapkan.   1. Sayuran   Ada banyak sayuran yang mengandung serat bisa memenuhi kebutuhan serat harian kita (25 gram sampai 40 gram per hari), seperti kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda dan daun pepaya, yang rata-rata mengandung 1,2 gram tiap 100 gramnya.    Untuk menyiapkan sayuran, kita bisa mengolahnya terlebih dahulu dengan cara direbus atau ditumis.   2. Buah   Sama dengan sayuran, ada banyak buah-buahan yang mengandung banyak serat, seperti buah semangka (0,3 gram per 100 gram), apel merah (2 gram per 100 gram), belimbing (0,9 gram per 100 gram), pir hijau (2,3 gram per 100 gram), jambu biji merah (7,3 gram per 100 gram), dan pepaya (1,3 gram per 100 gram ).    Buah-buahan tersebut bisa disantap langsung atau diolah menjadi sop buah, es buah, atau sajian lainnya.   3. Nata de Coco   Selain buah dan sayur, ada juga bahan pangan lain yang mengandung serat tinggi dan salah satunya adalah nata de coco. Menurut Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, kandungan serat (dietary fiber) pada nata de coco cukup tinggi, terutama selulosa, sehingga bisa dijadikan alternatif makanan berserat selain buah dan sayuran.   Untuk produk Nata de Coco, Wong Coco Family bisa memilih produk yang sangat praktis, yaitu Wong Coco Nata de Coco Dugan 235g yang menggunakan gula asli.     Hadir dengan bentuk yang lebih unik, produk Wong Coco Nata de Coco Dugan ini dibentuk slice (pipih), sehingga menciptakan sensasi kunyah yang berbeda dari bentuk Nata de Coco pada umumnya seperti Cubes (kotak).  Wong coco Nata de Coco Dugan 235gr dengan dietary fiber ini cocok untuk dikonsumsi langsung atau ditambahkan dalam sajian lainnya.

 18 September 2020