Artikel

Tips Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Selama Berpuasa

20 April 2020
Tips Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Selama Berpuasa

Selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Muslim diharuskan untuk menahan makan dan juga minum selama kurang lebih 12 jam. Jadi cukup wajar jika tubuh akan terasa lemas dan juga lelah.  Tetapi, bukan berarti Wong Coco Family tidak bisa memiliki tubuh yang sehat dan bugar ketika sedang berpuasa lho. Berikut adalah tips untuk tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa.

Jangan lupa sahur

Salah satu cara menjaga stamina tubuh selama menjalani puasa adalah selalu makan sahur. Sahur penting karena makanan yang kita konsumsi saat sahur akan berpengaruh pada kinerja tubuh selama kita berpuasa. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat sahur sangat disarankan agar perut bisa terasa kenyang lebih lama. Contoh dari karbohidrat kompleks adalah nasi merah, roti gandum, singkong, dan ubi.

Penuhi kebutuhan tidur

Cara selanjutnya adalah memaksimalkan waktu tidur. Ini penting karena selama berpuasa, kita harus bangun lebih awal untuk makan sahur. Hal ini bisa menyebabkan menyebabkan kita kurang tidur sehingga ketika beraktivitas badan akan terasa lemas. Karena itu, usahakan untuk bisa tidur lebih cepat dari biasanya, dan maksimalkan waktu tidur selama 6–8 jam per hari agar tubuh bisa lebih bugar selama menjalani ibadah puasa di siang hari.

Penuhi asupan cairan tubuh

Minum yang cukup juga salah satu cara untuk tetap bugar selama menjalani puasa. Selama bulan puasa, seringkali kita lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Ingat, 80 persen tubuh kita adalah cairan, sehingga saat asupan cairan kurang, tubuh menjadi lebih mudah mengalami dehidrasi. Dehidrasi inilah yang akhirnya membuat stamina kita menurun.

Agar asupan cairan tercukupi, minumlah dua gelas air putih ketika berbuka, empat gelas ketika makan malam sampai menjelang tidur, dan dua gelas ketika santap sahur.

Olahraga ringan

Wong Coco Family juga harus tetap berolahraga selama bulan Ramadhan karena bisa membuat tubuh kita tetap sehat dan bugar saat menjalani puasa. Pilihlah jenis olahraga yang lebih ringan supaya tidak terlalu menguras energi, seperti yoga, bersepeda, dan berenang. Wong Coco Family bisa melakukannya 30–60 menit menjelang berbuka puasa.

Semoga tips ini bermanfaat!

“Lihat Artikel Lainnya”

New Normal, Liga Sepak Bola Segera Bergulir, Siapkan Camilan Ini Yuk!

New Normal, Liga Sepak Bola Segera Bergulir, Siapkan Camilan Ini Yuk!

Setelah Bundesliga Jerman kembali digulirkan pada pertengahan Bulan Mei kemarin, kompetisi-kompetisi sepakbola di negara lain yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19, juga akan segera dilanjutkan kembali. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh pecinta sepakbola di dunia. Kompetisi sepakbola dimana saja yang dikabarkan akan segera digulirkan kembali? Berikut adalah kompetisi-kompetisinya. 1. Serie A (Italia) Dilansir dari laman situs detikSport, Serie 2019/2020 resmi akan dilanjutkan lagi pada 20 Juni. Sebelumnya, Serie A sempat dihentikan sementara sejak pertengahan Maret 2020 akibat pandemi corona. 2. Premier League (Inggris) Premier League sempat terhenti di pekan ke-29 karena pandemi virus Corona. Setelah pemerintah Inggris telah memberi lampu hijau, Premier League akan kembali bergulir di tanggal 17 Juni 2020. 3. La Liga (Spanyol) Pemerintah Spanyol akhirnya memberi lampu hijau untuk La Liga untuk bisa melanjutkan kompetisi. La Liga Spanyol musim 2019-2020 akan kembali bergulir pada 11 Juni 2020, setelah sempat terhenti selama hampir tiga bulan karena pandemi virus corona. Itulah kompetisi-kompetisi sepakbola yang sebentar lagi rencananya akan bergulir kembali. Wong Coco Family suka kompetisi yang mana? Apapun pilihan Wong Coco Family, jangan lupa untuk menyiapkan cemilan ya. Satu pilihan cemilan yang cocok untuk menemai serunya laga sepakbola adalah MyJelly. MyJelly merupakan produk Jelly dari Wong Coco yang dibuat dengan gula asli, tanpa pemanis buatan dan tanpa bahan pengawet. MyJelly kemasan dalam cup 80 gram ini hadir dengan rasa leci, stroberi dan melon. Dengan Nata de Coco didalamnya, MyJelly jadi cemilan yang cocok untuk menemani kamu dalam segala aktivitas!

 29 Juni 2020
Kebiasaan Baru Bekerja di Fase New Normal

Kebiasaan Baru Bekerja di Fase New Normal

Untuk mereka yang sudah harus bekerja di kantor di masa fase new normal, selain harus tetap menjalani protokol kesehatan, mereka juga harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19). Dilansir dari laman situs Tribun Jakarta, Dr. dr. Astrid Widajati Sulistomo, MPH, Sp.Ok, Ketua Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), mengingatkan ketika mulai bekerja harus memakai masker, jaga jarak dan membawa baju ganti untuk menjaga kebersihan diri. dr. Astrid juga menyarankan kepada seluruh perusahaan yang karyawannya sudah masuk bekerja di kantor untuk meningkatkan pemantauan kesehatan kepada seluruh karyawan dengan menerapkan skrining dan identifikasi para pekerja. Sebelum masuk ke kantor, pihak perusahaan harus melakukan pemeriksaan suhu dengan thermal scanner para karyawannya. Jika diketahui suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat maka karyawan tersebut tidak boleh masuk atau bekerja di kantor. Perusahaan juga sebaiknya memantau gejala-gejala awal, mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, sampai tubuh yang lemas. Pengawasan ini bisa dilakukan setiap hari di pagi hari ketika para karyawan masuk. Kemudian, ruangan di kantor juga harus disemprot dengan desinfeksi dua sampai empat kali sehari dan penyediaan hand sanitizer di ruangan-ruangan kantor juga sangat disarankan untuk disediakan oleh pihak perusahaan. Terakhir dr. Astrid, juga menyarankan agar perusahaan jangan mengumpulkan pekerja dalam jumlah banyak di satu lokasi atau ruangan, dan tidak mengadakan kerja lembur lebih dari jam kerja pada umumnya, yaitu delapan jam.  

 12 Agustus 2020
New Normal, Beradaptasi dengan Kondisi Baru Ketimbang Terus Meratapi

New Normal, Beradaptasi dengan Kondisi Baru Ketimbang Terus Meratapi

Mungkin tidak sedikit dari kita yang merasa khawatir memasuki era New Normal yang akan dijalani dalam beberapa fase mulai bulan Juni ini. Kekhawatiran ini cukup wajar karena masa New Normal ini sudah mulai dijalankan padahal pandemi Covid-19 belum berakhir. Agar lebih mengerti, mari simak penjelasan berikut ini. Dilansir dari laman situs fimela.com, seperti ditulis Urban Dictionary, New Normal merupakan keadaan dimana beberapa perubahan dramatis sudah terjadi karena suatu kejadian. Dan karena kejadian tersebut membuat kita semua harus mampu beradaptasi dengan situasi ketimbang terus meratapi apa yang terjadi. Jika dilihat dalam konteks New Normal saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah Indonesia yang sebelumnya memberlakukan masa karantina di rumah ingin merubahnya menuju fase New Normal agar warga bisa berkegiatan dengan normal seperti sedia kala. Ini dilakukan karena melihat kenyataan bahwa pandemi Covid-19 diprediksi oleh banyak ahli kesehatan dunia masih akan cukup lama berlangsung, sedangkan kegiatan ekonomi di negara kita harus segera kembali ke sedia kala. Jika New Normal tidak segera diberlakukan, ekonomi akan terganggu dan efeknya akan sangat besar. Apa efeknya? Akan lebih banyak lagi pekerja yang terkena PHK karena banyak perusahaan yang harus ditutup karena kegiatan ekonomi tidak berjalan dengan normal. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi. Nah, sebagai warga negara kita harus berusaha untuk beradaptasi dengan masa New Normal.  Rasa khawatir memang wajar tapi usahakan untuk tetap tenang dan berkegiatan seperti biasa dengan tetap menjalani protokol kesehatan yang berlaku sebelumnya. Selain itu, negara yang ingin menjalani fase juga sebelumnya harus mengikuti beberapa ketentuan yang disyaratkan oleh badan kesehatan dunia, WHO berikut ini. Memiliki bukti penularan Covid-19 di wilayahnya sudah bisa dikendalikan. Sistem kesehatan mulai dari rumah sakit sampai peralatan medis mampu melakukan identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak, hingga melakukan karantina orang yang terinfeksi. Resiko wabah virus corona harus ditekan untuk wilayah atau tempat dengan kerentanan tinggi, terutama untuk rumah lansia, fasilitas kesehatan mental, serta kawasan pemukiman padat. Resiko terhadap kasus dari pembawa virus yang masuk ke suatu wilayah harus dikendalikan Warga harus diberikan kesempatan untuk memberi masukan, berpendapat, dan dilibatkan dalam proses masa transisi fase New Normal versi WHO ini. Itulah beberapa ketentuan yang disyaratkan oleh badan kesehatan dunia, WHO. Kalau suatu negara memang belum memenuhi kriteria di atas, fase New Normal sudah pasti tidak akan mendapat izin dari WHO. Semoga informasi ini bermanfaat!  

 10 Juni 2020