Artikel

Begini Aturan New Normal Ketika Harus Pesan Delivery Makanan

Anjuran untuk tetap menjalankan protokol kesehatan di masa new normal juga harus kita lakukan ketika memutuskan untuk menggunakan jasa layanan pesan antar makanan online sebagai salah satu cara menghindari infeksi Covid-19. Berikut adalah beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi ketika memesan makanan secara online supaya terbebas dari resiko terinfeksi Covid-19.   1. Hindari kontak langsung dengan pengirim makanan Minta kepada petugas pengirim makanan untuk cukup meninggalkan pesanan di luar pagar dan usahakan untuk tidak berbincang karena Covid-19 bisa menular melalui percikan air liur (droplet). Setelah pesanan diletakkan di luar pagar, Wong Coco Family bisa mengambil makanan tersebut.   2. Buang bungkus makanan lalu pindahkan ke wadah steril Setelah membawa makanan ke dalam rumah, segeralah membuang pembungkus makanan dan letakkan makanan di wadah atau piring bersih. Memindahkan makanan ke wadah yang lebih bersih merupakan salah satu cara tepat agar terhindar dari Covid-19. Ingat, tidak beda dengan virus lainnya, Covid-19 juga bisa bertahan hidup di permukaan benda, sehingga sangat penting untuk selalu menjaga makanan tetap bersih dan higienis.   3. Mencuci tangan sesegera mungkin Setelah membuang wadah makanan dan memindahkan makanan ke wadah yang bersih, langkah selanjutnya adalah langsung mencuci tangan selama 20 detik dengan memakai sabun.   4. Memanaskan Makanan Belum ada bukti memang yang menyatakan bahwa memanaskan makanan bisa membunuh Covid-19. Tapi, cara ini bisa kita pakai sebagai langkah pencegahan. Menurut studi  yang dilakukan oleh University of Florida pada tahun 2007 mengungkapkan bahwa bahwa memanaskan makanan ke dalam microwave selama 2 menit bisa membunuh 99% patogen dan bakteri.  

 13 Agustus 2020

Kebiasaan Baru Bekerja di Fase New Normal

Untuk mereka yang sudah harus bekerja di kantor di masa fase new normal, selain harus tetap menjalani protokol kesehatan, mereka juga harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19). Dilansir dari laman situs Tribun Jakarta, Dr. dr. Astrid Widajati Sulistomo, MPH, Sp.Ok, Ketua Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), mengingatkan ketika mulai bekerja harus memakai masker, jaga jarak dan membawa baju ganti untuk menjaga kebersihan diri. dr. Astrid juga menyarankan kepada seluruh perusahaan yang karyawannya sudah masuk bekerja di kantor untuk meningkatkan pemantauan kesehatan kepada seluruh karyawan dengan menerapkan skrining dan identifikasi para pekerja. Sebelum masuk ke kantor, pihak perusahaan harus melakukan pemeriksaan suhu dengan thermal scanner para karyawannya. Jika diketahui suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat maka karyawan tersebut tidak boleh masuk atau bekerja di kantor. Perusahaan juga sebaiknya memantau gejala-gejala awal, mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, sampai tubuh yang lemas. Pengawasan ini bisa dilakukan setiap hari di pagi hari ketika para karyawan masuk. Kemudian, ruangan di kantor juga harus disemprot dengan desinfeksi dua sampai empat kali sehari dan penyediaan hand sanitizer di ruangan-ruangan kantor juga sangat disarankan untuk disediakan oleh pihak perusahaan. Terakhir dr. Astrid, juga menyarankan agar perusahaan jangan mengumpulkan pekerja dalam jumlah banyak di satu lokasi atau ruangan, dan tidak mengadakan kerja lembur lebih dari jam kerja pada umumnya, yaitu delapan jam.  

 12 Agustus 2020

Waspada, Stres Berpengaruh pada Kesehatan Mental dan Fisik!

Pandemi Covid-19 ternyata berdampak besar pada kehidupan kita semua. Pandemi yang di masa New Normal ini masih berlangsung membuat tidak sedikit orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi.  Tidak hanya rasa khawatir terinfeksi Covid-19, mereka juga merasa khawatir dengan masalah finansial, pekerjaan dan masa depannya nanti jika pandemi ini tidak segera berakhir.  Dilansir dari laman situs kompas.com, bagi sebagian orang, rasa stres dan cemas menghadapi pandemi bahkan bisa sampai mengganggu kesehatan mental mereka. Apalagi jika sebelumnya mereka memiliki riwayat gangguan kecemasan, depresi, serangan panik, atau gangguan obsesif kompulsif. Stres berlebihan tidak hanya beresiko mengganggu kesehatan mental karena juga bisa membahayakan kesehatan fisik. Dilansir dari laman situs detikHealth, berikut adalah bahaya stres berlebihan terhadap kesehatan fisik. 1. Mengancam imun tubuh Hormon stres bisa melemahkan sistem imun tubuh dan mengurangi respons tubuh terhadap partikel asing, termasuk bakteri dan virus yang bisa masuk ke dalam tubuh. Karena itulah, mereka yang stres menjadi lebih mudah terserang flu, pilek, batuk dan infeksi penyakit lainnya. 2. Meningkatkan resiko diabetes Ketika kita berada di bawah tekanan atau stres, organ hati akan memproduksi gula darah lebih banyak daripada biasanya. Kondisi stress kronis ini bisa akhirnya bisa meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2 menjadi lebih tinggi. 3. Sistem pernapasan dan kardiovaskular terganggu Buat mereka yang memiliki riwayat penyakit asma, ada baiknya untuk bisa mengontrol stres dengan lebih baik. Kenapa? Karena hormon stress juga ternyata berpengaruh pada sistem pernapasan. Stres juga bisa membuat jantung memompa darah lebih cepat dan hal ini bisa berisiko meningkatkan tekanan darah. Akibatnya, jantung akan bekerja terlalu keras dan terlalu lama. Saat tekanan darah naik, resiko untuk mengalami stroke atau serangan jantung pun menjadi tinggi. Resiko serangan jantung akan semakin tinggi kalau orang tersebut punya tingkat kolesterol yang tinggi. Dampak kolesterol tinggi di dalam tubuh bisa menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah. Karena itulah, jika Wong Coco Family merasa stres cobalah kelola dengan baik. Mulailah jalani gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bernutrisi, cukup istirahat, dan rutin berolahraga. Selain itu, coba selingi dengan melakukan hobi atau kegiatan yang kamu sukai agar kamu bisa lebih tenang menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Jika stres masih saja belum mau pergi, berkonsultasi dengan psikolog bisa menjadi solusi terbaik.  

 08 Agustus 2020

Cara Mencegah Penularan Corona Lewat Udara di Ruang Tertutup

WHO, organisasi kesehatan dunia, belum lama ini mengakui temuan virus corona bisa menyebar lewat udara (airborne). Hal ini dituangkan pula dalam pembaruan ringkasan ilmiah mengenai transmisi virus penyebab Covid-19 dan sejumlah rekomendasi pencegahan, yang menjelaskan bahwa virus corona menyebar dalam bentuk aerosol (droplet berukuran sangat kecil) yang bisa bertahan beberapa jam di udara. Dilansir dari laman situs CNN Indonesia, dr. Erlang Samoedro, Sp.P, dokter spesialis paru, menjelaskan penularan melalui udara artinya partikel virus bisa menetap beberapa lama di udara. Tetapi, ia menekankan penularan ini biasanya terjadi di ruangan yang tertutup. Ruang tertutup yang dimaksud dr. Erlang adalah ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk. Di ruangan seperti ini, penularan virus lewat udara itu bakal lebih mungkin terjadi karena droplet dan aerosol cuma akan ada di ruangan itu saja. Lalu, bagaimana cara mencegah penularan corona lewat udara di ruang tertutup Menurut dr. Erlang, pencegahan penularan virus corona di ruang tertutup bisa dilakukan dengan cara memastikan sirkulasi udara di ruangan tersebut baik. Udara harus terus mengalir dari luar ke dalam dan sebaliknya dari dalam ke luar. Menjaga sirkulasi udara ini bisa kita lakukan dengan memakai mode AC sirkulasi, memakai filter HEPA, membuka jendela, membuka pintu, dan terakhir memastikan ada ventilasi udara di ruangan tersebut. Seluruh orang yang berada dalam ruang tertutup juga harus selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, untuk mencegah Covid-19.  

 04 Agustus 2020

Pesan dr Reisa: Olahraga di Tempat Umum Wajib Pakai Masker!

dr Reisa Broto Asmoro, salah satu anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, belum lama ini mengingatkan protokol kesehatan ketika berolahraga di fase  New Normal (kenormalan baru) yang salah satunya adalah tetap memakai masker jika olahraga dilakukan di luar rumah dengan situasi yang ramai. dr Reisa ikut mengomentari hal ini karena ada perdebatan yang muncul tentang pemakaian masker ketika berolahraga. Sebagian ada yang berpendapat, masker lebih baik dilepas karena bisa menyebabkan kita sulit bernapas. Namun, ada juga yang menyarankan, disarankan untuk tetap pakai masker agar aman dari infeksi virus corona (Covid-19). dr Reisa menjelaskan, saat pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai sekarang, yang disarankan adalah olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang agar kebugaran tubuh terjaga. Bila olahraga di luar rumah tidak memungkinkan, cukup olahraga di dalam rumah dengan memanfaatkan barang-barang yang ada. Senada dengan anjuran dr Reisa, dilansir dari laman situs detikHealth, dr Michael Triangto, SpKO, ahli kedokteran olahraga dari Slim + Health Sports Therapy, mengungkapkan bahwa masyarakat yang kebanyakan berolahraga ringan demi kebugaran di tempat umum sebaiknya tetap menggunakan masker demi mencegah penularan Covid-19. Memang akan terasa tidak nyaman, tapi tetap memakai masker tidak berbahaya bagi kesehatan.   Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) juga pernah menjelaskan bahwa pemakaian masker saat berolahraga tergantung dari tujuan olahraganya. Jika hanya ingin meningkatkan imun tubuh maka olahraga sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang dan dalam kasus ini tidak ada masalah jika tetap mengenakan masker.  Sementara, bagi mereka yang berolahraga dengan intensitas berat karena ingin meningkatkan performa, seperti yang dilakukan para atlet, memang tidak disarankan untuk tetap memakai masker. Semoga informasi ini bermanfaat dan jika Wong Coco Family ingin penjelasan lebih lengkap, bisa berkonsultasi langsung dengan ahli medis.  

 25 Juli 2020

Terbiasa Makan Sayuran Mentah, Berbahayakah?

Sayur mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Nah, karena alasan tidak ingin kehilangan nutrisi yang terkandung dalam sayur, ada orang-orang yang langsung mengonsumsi sayur dalam keadaan mentah atau tanpa proses pemasakan.   Apakah kebiasaan tersebut tidak berbahaya?    Dilansir dari laman situs detikHealth, Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK(K) mengatakan bahwa mengonsumsi sayur dalam keadaan mentah memang baik agar kandungan nutrisi pada sayur tidak terbuang seperti pada sayur yang melalui proses pemasakan.   Tapi dr Samuel mengingatkan kita semua untuk tidak terus-menerus mengonsumsi sayuran mentah. Kenapa? Karena menurut dr Samuel, terlalu sering makan sayuran mentah juga bisa berisiko bagi kesehatan tubuh yang salah satunya adalah melemahkan enzim pencernaan. Hal ini bisa terjadi karena proses kerja saluran cerna yang berat dalam mencerna sayur mentah. Efeknya bisa berujung pada defisiensi terhadap enzim B12. Karena itulah, dr Samuel menyarankan untuk selalu mengonsumsi makanan dengan seimbang.    Setelah menyimak penjelasan dari Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK(K), bisa kita simpulkan bahwa mengonsumsi sayuran mentah memang bermanfaat, tapi sebaiknya tidak berlebihan agar kesehatan sistem pencernaan kita terjaga. Selain itu, jangan lupa juga untuk mencucinya sampai benar-benar bersih saat ingin mengonsumsi sayuran mentah, ya! Semoga informasi ini bermanfaat dan jika Wong Coco Family ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang hal ini bisa berkonsultasi langsung dengan ahli medis atau ahli gizi.  

 15 Juli 2020