Artikel

Mau Awet Muda? Stop 5 Kebiasaan Ini!

21 Juni 2021
Mau Awet Muda? Stop 5 Kebiasaan Ini!

Penuaan memang tidak bisa dihindari. Namun, kita sejatinya bisa mencegah proses 'penuaan' lebih cepat terjadi. Nah, agar bisa tetap awet muda ada 5 kebiasaan sehari-sehari yang sebaiknya segera dihentikan. Apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut?

  1. Tidak banyak bergerak

Tidak banyak bergerak adalah faktor risiko sejumlah penyakit. Menurut seorang ahli dari Institute on Aging di Department of Aging & Geriatric Research di University of Florida Health, Stephen Anton, aktif bergerak memiliki pengaruh penting pada kesehatan. Karena itulah, ia menyarankan untuk berjalan-jalan selama beberapa menit tiap jam.

  1. Terlalu banyak makan junkfood

Kandungan natrium dalam makanan junkfood berisiko menimbulkan beberapa penyakit kronis seperti hipertensi dan penyakit jantung. Karena itu, ada baiknya untuk selalu menyantap makanan buatan sendiri demi menghindari natrium tersembunyi yang terkemas dalam makanan restoran atau junkfood.

  1. Tidak mengonsumsi sayuran

Pola makan nabati yang kaya sayuran akan menyediakan banyak serat yang merupakan nutrisi anti kanker yang baik untuk kesehatan jantung. Karena itu mari mulai sekarang untuk rutin mengonsumsi sayuran tiap hari.

  1. Begadang

Setiap orang memang membutuhkan jumlah waktu tidur yang tidak sama, namun rekomendasi umum dari para ahli kesehatan adalah tidur minimal 7 jam setiap malam.

  1. Minum minuman beralkohol

Konsumsi alkohol yang berlebih diketahui berdampak signifikan pada penuaan. Selain itu, minum alkohol berlebihan juga beresiko membanjiri hati dan sumsum tulang dengan racun yang merusak organ dan sistem imun tubuh.

 

Itulah 5 kebiasaan yang sebaiknya segera kita hentikan agar tetap sehat dan awet muda. Semoga informasinya bermanfaat!

“Lihat Artikel Lainnya”

Gaya Hidup yang Akan Jadi Tren di Tahun 2021

Gaya Hidup yang Akan Jadi Tren di Tahun 2021

Tahun 2020 mungkin menjadi tahun yang cukup sulit dan menguras banyak tenaga dan pikiran bagi kita semua karena adanya pandemi virus Covid-19. Kita harus mengubah banyak hal, termasuk gaya hidup kita sehari-hari menjadi lebih sehat agar tidak mudah terinfeksi virus Covid-19. Lalu, bagaimana dengan tahun 2021 ini?  Berikut adalah prediksi beberapa gaya hidup yang akan jadi tren di tahun 2021.   Memakai Produk Ramah Lingkungan   Semakin hari semakin banyak orang mulai menyadari pencemaran lingkungan karena pemakaian produk sekali pakai, sehingga produk ramah lingkungan semakin populer dan diprediksi akan menjadi tren di tahun 2021 ini. Tidak hanya itu, pandemi juga membuat banyak orang ingin membantu sesama dengan mendukung produk-produk rumahan yang ramah lingkungan. Dengan begitu, tidak hanya lingkungan yang lebih terjaga, perekonomian masyarakat juga ikut terbantu.   Home Schooling / Home Learning   Pandemi Covid-19 menyebabkan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, hingga Perguruan Tinggi terpaksa memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Saat pandemi berakhir memang pembelajaran akan kembali seperti semula namun ternyata ada cukup banyak orang tua yang diprediksi memilih anaknya sekolah dari rumah walaupun pandemi sudah berakhir.   Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Federation for Children, diketahui ada sebanyak 40 persen orang tua berencana untuk terus menyekolahkan buah hatinya dari rumah (homeschooling) bahkan setelah pandemi berakhir. Ini disebabkan karena banyak keluarga yang menganggap fleksibilitas, ketersediaan sumber daya, dan keamanan yang ditawarkan sistem pembelajaran dari rumah tersebut jauh lebih baik. Jadi diprediksi homeschooling akan menjadi tren di tahun 2021.   Menerapkan Gaya Hidup Sehat   Cara paling efektif untuk terhindar dari penyakit adalah menerapkan gaya hidup sehat, termasuk di saat pandemi ini.  Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, menerapkan gaya hidup sehat sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan dan gaya hidup ini diprediksi masih akan menjadi tren di tahun 2021.   Gaya hidup sehat yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2021 ini adalah kebiasaan makan yang lebih sehat, rutin berolahraga dan memperhatikan kebersihan tubuh yang salah satunya adalah rutin mencuci tangan.   Itulah prediksi beberapa gaya hidup yang akan jadi tren di tahun 2021. Semoga informasinya bermanfaat untuk Wong Coco Family semua!

 02 Februari 2021
Tips Mempersiapkan Si Kecil Hadapi New Normal Di Sekolah

Tips Mempersiapkan Si Kecil Hadapi New Normal Di Sekolah

Sampai saat ini memang belum ada keputusan resmi dari pihak terkait bahwa kegiatan belajar sudah bisa dilakukan langsung di sekolah saat New Normal diberlakukan. Tapi tidak ada salahnya jika para orang tua sudah mempersiapkan anaknya agar ia siap jika harus melakukan kegiatan belajar di sekolah saat New Normal diberlakukan. Berikut adalah tips mempersiapkan Si Kecil hadapi New Normal di sekolah jika memang sudah diizinkan oleh pihak terkait untuk melakukan proses belajar mengajar di sekolah. 1. Jelaskan bahaya virus COVID-19 Walaupun mungkin anak sudah tahu bahaya dari virus COVID-19, tidak ada salahnya jika orang tua menjelaskannya kembali agar anak selalu ingat dan waspada dengan virus yang sudah menjadi pandemi di hampir seluruh negara di dunia ini. Agar anak mudah mengerti, gunakan bahasa yang sederhana ya Wong Coco Family! 2. Jelaskan hal yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan Setelah menjelaskan bahaya dari virus COVID-19, lanjutkan dengan menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan selama berkegiatan di sekolah agar tidak terinfeksi virus Covid-19. Seperti point 1, jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang sederhana saat menjelaskannya agar naak mudah mengerti 3. Lakukan latihan protokol kesehatan COVID-19 Latihan protokol kesehatan COVID-19 bisa dilakukan dengan melakukan simulasi di rumah. Biasakan anak untuk selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan selalu mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Latihan ini penting agar anak terbiasa selalu disiplin untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri secara mandiri tanpa merasa terpaksa. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Wong Coco Family semua!

 03 Juni 2020
Perlukah Menyajikan Makanan Penutup? Ini Penjelasannya

Perlukah Menyajikan Makanan Penutup? Ini Penjelasannya

Beberapa Wong Coco Family mungkin ada yang sering menghidangkan makanan penutup (dessert) saat bersantap bersama seluruh anggota. Tapi, apakah memang perlu menyajikannya? Dilansir dari laman situs antaranews.com, seorang ahli gizi ahli gizi di New Jersey bernama Felicia Stoler, setuju bahwa makanan penutup terkadang harus ada dalam menu. Namun, Felicia mengingatkan agar tidak beranggapan bahwa makanan penutup sebagai makanan yang sehat atau sarana untuk bisa menurunkan berat badan. Kenapa demikian? Karena hidangan penutup atau dessert mayoritas adalah makanan manis yang tinggi kandungan gulanya sehingga sering berhubungan dengan penambahan berat badan.  Sebagian makanan penutup juga diketahui mengandung banyak lemak jenuh, yang beresiko membahayakan kesehatan jantung, dan mengandung banyak kalori. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa hidangan penutup sebenarnya bisa menyehatkan saat strateginya tepat, yaitu lebih baik dikonsumsi sebelum makan ketimbang setelah makan. Seperti sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: Applied, yang mengungkapkan bahwa secara konsisten memilih makanan yang lebih sehat dan mengonsumsi lebih sedikit kalori saat menyantap makanan penutup pada awal waktu makan.  Studi ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilansir dari laman situs dailymail.co.uk. Penelitian yang dilakukan oleh Dr James Gardiner dari Imperial College London itu menemukan bahwa makanan manis ternyata terbukti bisa membantu menurunkan berat badan asalkan dikonsumsi sebelum makan besar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa protein otak yang disebut dengan glukokinase mampu melihat seberapa banyak glukosa atau zat gula yang kita konsumsi. Kalau asupan zat gula ini terlalu rendah, maka otak akan memberitahukan tubuh untuk mengonsumsi lebih banyak lagi makanan bertepung dan makanan manis. Hal ini bisa berakibat kita akan cenderung untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Karena itulah Dr James Gardiner menyarankan kita untuk makan makanan manis terlebih dahulu, sebelum makan utama agar bisa memenuhi kebutuhan gula tubuh tanpa harus mengonsumsi makanan utama secara berlebihan. Setelah menyimak penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa hidangan penutup boleh disajikan sesekali dan akan lebih baik lagi jika hidangan yang mayoritas rasanya manis tersebut disantap sebelum hidangan utama agar dampak buruk yang ditimbulkan akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa diminimalisir. Salah satu jenis hidangan yang kerap menjadi makanan penutup adalah Jelly. Menyajikan Jelly yang praktis untuk keluarga, Wong Coco Family dapat mencoba MyJelly! Produk Jelly persembahan Wong Coco ini dibuat dengan gula asli, tanpa pemanis buatan dan tanpa bahan pengawet. Wong Coco Family dapat menyajikan MyJelly untuk disantap langsung atau disajikan dengan buah-buahan!

 30 Juni 2020