Artikel

Promo Merdeka Wong Coco!

15 Agustus 2020
Promo Merdeka Wong Coco!

Merdeka!  Dalam rangka HUT RI yang ke-75 tahun ini, Wong Coco memberikan Promo Merdeka untuk Wong Coco Family semua. Apa saja promonya? Simak yuk di bawah ini!

Serba Diskon 17%

 

 

Dapatkan segera Wong Coco Dugan & Wong Coco Nata De Coco kemasan 1kg dan 360g, Wong Coco Aloe Vera kemasan 1kg dan 280g dengan diskon 17% di Official Store Shopee atau Tokopedia Wong Coco.

 

DISKON Spesial 8%

 

 

Wong Coco Family bisa mendapatkan promo DISKON Spesial 8% ini untuk pembelian MyJelly kemasan isi 15 dan 60, Jelly Aloe Vera, Ice Bon Bon Fruity hingga MyPudding di Official Store Shopee atau Tokopedia Wong Coco.

 

Pembelanjaan Minimal Rp 45.000

 

 

GRATIS hadiah Lunch Box Hello Kitty, Toples Wong Coco, Keychain Starzelly dan pensil StarZelly untuk pembelanjaan Wong Coco apapun minimal Rp 45.000 di Official Store Tokopedia atau Shopee Mall Wong Coco.

 

Harga Spesial Rp. 7.500

 

 

Wong Coco family bisa membeli MyJelly isi 15 cups dengan harga hanya Rp 7.500 saja di Alfamart terdekat.

 

Promo ini berlangsung mulai 14-31 Agustus 2020. Ayo jangan sampai ketinggalan, ambil promonya sekarang juga!

“Lihat Artikel Lainnya”

Selain Corona, DBD Juga Patut Diwaspadai

Selain Corona, DBD Juga Patut Diwaspadai

Virus corona yang sudah merebak di negara kita saat ini membuat permintaan masker, hand sanitizer dan bahan pembuat jamu yang berkhasiat meningkatkan imun tubuh seperti jahe dan kunyit sulit dicari dan mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Waspada terhadap virus corona memang wajib kita lakukan, tapi tidak lantas membuat kita menjadi panik berlebih dengan melakukan panic buying dan lupa bahwa selain virus corona ada satu lagi ancaman kesehatan lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu demam berdarah. Menurut catatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di negara kita terjadi sebanyak 110.921 kasus sejak Januari sampai 31 Oktober 2019. Sangat banyak bukan? Apa saja gejala umum dari demam berdarah? Demam tinggi hingga 40° Celsius. Nyeri pada kepala, sendi, bagian mata belakang dan otot sampai tulang. Mual dan muntah yang akhirnya menyebabkan nafsu makan menurun. Adanya pembengkakan kelenjar getah bening. Tampak ruam merah di kulit sekitar 2-5 hari setelah demam. Pendarahan dari hidung, gusi dan di bawah kulit. Diagnosis awal yang dilakukan oleh para dokter untuk mengetahui kasus demam berdarah umumnya dilakukan melalui konsultasi tentang keluhan medis dan pemeriksaan fisik yang salah satunya adalah pengecekan darah. Jika hasil pengecekan darah seorang pasien menunjukkan penurunan trombosit dalam darah sebanyak (< 100.000/mm3) yang disertai oleh peningkatan hematokrit 20% dari jumlah normal, maka bisa dinyatakan ia positif terkena demam berdarah. Dalam kondisi ini, penanganan yang cepat dari petugas medis sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penurunan kondisi fisik yang semakin parah yang mungkin saja bisa berujung pada kematian. Cara Mencegah Demam Berdarah Rutin menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Memasang jaring nyamuk pada ventilasi udara supaya nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah. Tidak menggantung pakaian kotor di dalam rumah karena bisa menjadi tempat nyamuk bersembunyi. Rutin berolahraga dan menjaga imunitas tubuh akan mengurangi resiko terserang virus dan penyakit. Itulah penjelasan singkat tentang demam berdarah yang juga harus kita waspadai bersama selain virus corona. Semoga bermanfaat dan ingat, selalu jaga kebersihan dan juga imun tubuh supaya berbagai penyakit tidak mudah menyerang.

 24 Maret 2020
Daya Tahan Tubuh Berasal dari Pencernaan yang Sehat. Ini Penjelasannya

Daya Tahan Tubuh Berasal dari Pencernaan yang Sehat. Ini Penjelasannya

Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi, tentu kita semua harus senantiasa menjaga kesehatan. Salah satunya adalah dengan selalu menjaga sistem pencernaan karena dari sistem pencernaan, berbagai penyakit bisa masuk ke dalam tubuh.   Dilansir dari laman situs NIFS, di dalam sistem pencernaan ada bakteri baik yang bisa mendeteksi saat sumber penyakit masuk ke dalam tubuh. Bakteri baik tersebut akan menyerap sumber penyakit dan tidak akan membiarkannya menginfeksi tubuh kita.   Senada dengan pernyataan tersebut, dilansir dari laman situs detikHealth, seorang ahli kesehatan, dr Adeline Devita, mengungkapkan bahwa saluran pencernaan memiliki pengaruh sampai 80 persen dari sistem daya tahan tubuh. Kenapa bisa sampai sebesar itu pengaruhnya?  Karena saluran pencernaan terdiri dari jaringan mukosa yang sangat luas sehingga kalau benda asing yang berefek negatif dan beresiko menjadi penyakit masuk ke tubuh melalui saluran cerna, maka bisa menimbulkan suatu penyakit. dr Adeline menjelaskan, di saluran cerna ada mikroorganisme yang baik dan jahat berkembang biak secara seimbang. Jumlahnya harus seimbang sebab mikroorganisme baik harus mampu menekan perkembangbiakan mikroorganisme jahat. Menurut dr Adeline, keseimbangan bakteri baik di dalam pencernaan bisa dijaga dengan cara mengonsumsi makanan tinggi serat yang mengandung prebiotik (makanan untuk bakteri baik di usus) dan kolin (seperti susu, telur, kedelai, buah, dan sayuran). Karena itulah, jangan lupa selalu perhatikan kesehatan pencernaan dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya serat. Dengan memenuhi kebutuhan serat harian, kita bisa memelihara kesehatan usus, sehingga pencernaan sehat dan secara otomatis daya tahan tubuh pun meningkat. Untuk memenuhi serat harian, kita bisa mengonsumsi buah dan sayuran.  Selain buah dan sayur, ada juga bahan pangan lain yang mengandung serat tinggi dan salah satunya adalah cincau hitam. Untuk mengonsumsi cincau hitam dengan cara yang praktis, Wong Coco Cincau bisa menjadi pilihan. Produk persembahan Wong Coco ini dibuat dengan ekstrak daun cincau hitam dan gula asli, tanpa pemanis buatan dan tanpa bahan pengawet.      Produk Wong Coco Cincau tersedia dalam kemasan kaleng untuk mempertahankan cita rasa cincau hitam, menjaga kualitas dan membuatnya lebih tahan lama. Wong Coco Cincau diproses dengan bentuk Pearls (bulir) yang membuatnya mudah untuk dikonsumsi.  

 11 Juli 2020
Begini Etika saat Batuk dan Bersin di Tempat Umum

Begini Etika saat Batuk dan Bersin di Tempat Umum

Lokasi penularan virus korona (COVID-19) yang paling berisiko adalah di tempat umum karena di tempat tersebut kita akan bertemu dengan banyak orang dan akan sulit mengindentifikasi siapa yang tubuhnya sehat dan siapa yang tubuhnya sedang terinfeksi penyakit. Ingat, virus corona bisa menular melalui cairan ludah dari mereka yang telah terinfeksi virus corona dan karena itulah ketika bersin atau batuk di tempat umum, kita semua harus mengetahui etika yang benar sehingga penularan penyakit apapun, termasuk infeksi virus corona bisa dicegah. Menurut info yang dilansir dari laman situs resmi badan kesehatan dunia, WHO, Senin (9/3/2020), setiap orang harus menerapkan etika batuk dan bersih. Cara ini dapat mengurangi penyebaran mikroorganisme (kuman) penyebab infeksi pernapasan, seperti batuk, pilek dan flu. Berikut adalah etika saat batuk dan bersin di tempat umum. Jauhkan wajah dari orang lain saat batuk atau bersin! Ketika ingin batuk atau bersin, sedikit menjauhlah dari orang lain. Gunakan tisu untuk menutupi mulut dan hidung saat batuk dan bersin. Tisu bisa mencegah penyebaran virus dan bakteri dan kalau sudah digunakan segera buang ke tempat sampah. Tidak ada tisu? Pakai lengan! Jika tidak ada tisu, solusi saat bersin atau batuk di tempat umum adalah menutup mulut dan hidung menggunakan lengan tangan. Cara ini dinilai lebih baik ketimbang menyebabkan orang lain tertular penyakit yang sedang diderita. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer! Sesudah bersin atau batuk, segeralah cuci tangan dengan memakai sabun dan air mengalir. Sulit menemukan wastafel? Wong Coco Family bisa menggunakan hand sanitizer. Itulah etika saat batuk dan bersin di tempat umum. Semoga bermanfaat dan ingat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan daya tahan tubuh agar tubuh tidak mudah terinfeksi penyakit apapun, termasuk virus corona.

 17 Februari 2020