Artikel

Hindari 5 Kebiasaan Ini agar Imun Tubuh Tidak Menurun Saat New Normal

09 Juni 2020
Hindari 5 Kebiasaan Ini agar Imun Tubuh Tidak Menurun Saat New Normal

Walaupun di bulan Juni kita sudah mulai bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala, kita harus tetap mematuhi berbagai macam protokol kesehatan COVID-19 karena kita akan memasuki era New Normal atau kenormalan baru. Tidak hanya tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh juga tetap harus kita lakukan agar tidak mudah tertular virus Corona.

Namun, seringkali tanpa disadari ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan bisa membuat kekebalan tubuh jadi menurun dan berikut adalah beberapa kebiasaan tersebut.

1. Tidak cukup tidur

Kelelahan karena kurang tidur bisa menyebabkan turunnya daya tahan tubuh seseorang dan karena itulah usahakan tidur selama 7 sampai 9 jam tiap malam.

2. Sering stres

Sering stres juga merupakan kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat daya tahan tubuh menurun. Stres bisa menyebabkan sel pembunuh bakteri bekerja menjadi lebih lambat dan aktivitas makrofag (sel yang memperkuat respons imun) berkurang.

3. Kurang olahraga

Kurangnya olahraga sudah pasti bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Padahal, olahraga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Waktu untuk berolahraga pun tidak perlu lama karena cukup sekitar 30 menit berolahraga, daya tahan tubuh kita akan tetap terjaga.

4. Terlalu serius

Terlalu serius saat beraktivitas juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Cobalah lebih santai dalam beraktivitas seperti sesekali bercengkrama, dan bercanda bersama teman-teman kantor. Ingat, tertawa terbukti mampu mengurangi hormon stres dan juga meningkatkan daya tahan tubuh.

Semoga informasi ini bermanfaat dan ingat untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan diri selama masa New Normal ya, Wong Coco Family!

“Lihat Artikel Lainnya”

Pesan dr Reisa: Olahraga di Tempat Umum Wajib Pakai Masker!

Pesan dr Reisa: Olahraga di Tempat Umum Wajib Pakai Masker!

dr Reisa Broto Asmoro, salah satu anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, belum lama ini mengingatkan protokol kesehatan ketika berolahraga di fase  New Normal (kenormalan baru) yang salah satunya adalah tetap memakai masker jika olahraga dilakukan di luar rumah dengan situasi yang ramai. dr Reisa ikut mengomentari hal ini karena ada perdebatan yang muncul tentang pemakaian masker ketika berolahraga. Sebagian ada yang berpendapat, masker lebih baik dilepas karena bisa menyebabkan kita sulit bernapas. Namun, ada juga yang menyarankan, disarankan untuk tetap pakai masker agar aman dari infeksi virus corona (Covid-19). dr Reisa menjelaskan, saat pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai sekarang, yang disarankan adalah olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang agar kebugaran tubuh terjaga. Bila olahraga di luar rumah tidak memungkinkan, cukup olahraga di dalam rumah dengan memanfaatkan barang-barang yang ada. Senada dengan anjuran dr Reisa, dilansir dari laman situs detikHealth, dr Michael Triangto, SpKO, ahli kedokteran olahraga dari Slim + Health Sports Therapy, mengungkapkan bahwa masyarakat yang kebanyakan berolahraga ringan demi kebugaran di tempat umum sebaiknya tetap menggunakan masker demi mencegah penularan Covid-19. Memang akan terasa tidak nyaman, tapi tetap memakai masker tidak berbahaya bagi kesehatan.   Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) juga pernah menjelaskan bahwa pemakaian masker saat berolahraga tergantung dari tujuan olahraganya. Jika hanya ingin meningkatkan imun tubuh maka olahraga sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang dan dalam kasus ini tidak ada masalah jika tetap mengenakan masker.  Sementara, bagi mereka yang berolahraga dengan intensitas berat karena ingin meningkatkan performa, seperti yang dilakukan para atlet, memang tidak disarankan untuk tetap memakai masker. Semoga informasi ini bermanfaat dan jika Wong Coco Family ingin penjelasan lebih lengkap, bisa berkonsultasi langsung dengan ahli medis.  

 25 Juli 2020
Begini Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Begini Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh atau sistem imunitas punya peran penting dalam menjaga kesehatan. Daya tahan tubuh harus dijaga dengan baik supaya kita tidak mudah terserang bakteri dan virus yang bisa mengganggu kesehatan tubuh, seperti virus corona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di banyak negara, termasuk Indonesia. Berikut adalah beberapa cara mudah untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Rutin berolahraga Kita disarankan untuk rutin berolahraga selama 30 menit tiap hari, agar sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi meningkat. Tapi ingat, karena saat ini kita disarankan untuk tetap dirumah, carilah olahraga yang bisa kita lakukan di dalam rumah, seperti treadmill, yoga dan lain-lain. Cukup istirahat Kurang istirahat, seperti kurang tidur, bisa dapat menyebabkan imunitas tubuh menurun. Cukupilah kebutuhan tidur sesuai dengan usia. Biasanya, kita membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam setiap malamnya. Hindari stres Stres yang tidak terkontrol bisa menyebabkan produksi hormon kortisol meningkat. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang, peningkatan hormon kortisol bisa menyebabkan turunnya fungsi daya tahan tubuh. Wong Coco Family harus bisa mengelola stres dengan baik agar penurunan fungsi daya tahan tubuh bisa dijaga. Perbanyak makan sayur dan buah Untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, kita disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kenapa? Karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Stop merokok dan minum minuman beralkohol Asap rokok dan alkohol yang masuk ke dalam tubuh bisa merusak sistem imun tubuh. Perokok punya risiko lebih tinggi mengalami infeksi paru, seperti bronkitis dan pneumonia. Sementara untuk perokok yang juga hobi minum minuman beralkohol, lebih berisiko terkena infeksi paru. Itulah beberapa cara mudah untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Semoga bermanfaat untuk Wong Coco Family dan ingat untuk selalu menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh ya!

 03 Maret 2020
Jenis-jenis Hidangan Penutup yang Paling Sering Disajikan

Jenis-jenis Hidangan Penutup yang Paling Sering Disajikan

Hidangan penutup atau dikenal juga dengan desserts merupakan hidangan yang umumnya disajikan setelah kita mengonsumsi hidangan utama. Salah satu ciri khas dari makanan penutup adalah cita rasanya yang mayoritas manis. Dari sekian banyak jenis hidangan penutup, jenis-jenis hidangan penutup berikut inilah yang paling sering disajikan.   1. Es Krim Es krim adalah salah satu pilihan terbaik untuk menikmati hidangan penutup dengan sensasi rasa yang manis menyegarkan. Ada berbagai macam pilihan rasa es krim yang dipilih untuk dijadikan sajian hidangan penutup, seperti vanilla, cokelat dan lain-lain.   2. Cake Cake juga merupakan pilihan hidangan penutup yang paling sering disajikan. Selain manis, hidangan penutup ini memiliki tekstur yang lembut dan pas untuk dikonsumsi setelah menyantap hidangan utama. Tidak jarang, cake dilengkapi dengan topping yang menggugah selera sehingga semakin menarik dinikmati.   3. Pudding buah Pudding buah juga tidak kalah populer dengan es krim maupun cake. Memiliki tekstur yang lembut dengan rasa yang manis membuat pudding menjadi salah satu pilihan hidangan penutup yang paling sering disajikan setelah hidangan utama. Untuk membuatnya pun tidak sulit, namun jika ingin lebih praktis, Wong Coco Pudding Kelapa bisa menjadi pilihan.     Wong Coco Pudding dibuat dengan purée buah asli jambu biji merah dan mangga (Wong Coco Pudding Guava dan Wong Coco Pudding Mangga) serta perisa kelapa (Wong Coco Pudding Kelapa). Wong Coco Pudding hadir dalam kemasan 120g yang cocok untuk dikonsumsi sebagai hidangan penutup atau cemilan penunda lapar .

 29 September 2020