Artikel

Nata de Coco Tidak Mengandung Plastik, Ini Penjelasan dari BPOM RI

05 Juni 2020
Nata de Coco Tidak Mengandung Plastik, Ini Penjelasan dari BPOM RI

Sekitar akhir tahun lalu, tepatnya di awal bulan Desember 2019, beredar informasi di media sosial tentang isu Nata de Coco mengandung plastik. Informasi itu bahkan disertai video yang jumlahnya lebih dari satu. Rata-rata rekaman video menunjukkan seseorang yang memencet potongan Nata de Coco sampai pipih, mirip lembaran plastik tipis.

Dalam video yang diunggah ke situs YouTube tersebut Nata de Coco ditekan-tekan dengan klaim pembenaran produk tersebut terbuat dari plastik. Ada juga video yang menunjukkan Nata de Coco mengandung plastik dan bisa dibakar.

Sebagai respons terhadap unggahan video tersebut, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia menggelar konferensi pers dan diskusi Kebaikan Nata de Coco Kelapa Indonesia di Harris Hotel FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Acara ini diselenggarakan untuk menegaskan, deretan rekaman gambar dalam video-video tersebut mengandung informasi yang tidak benar dan menyesatkan.  Dalam kesempatan itu, pihak BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) pun memberi klarifikasi dan dengan tegas menyatakan, video-video yang beredar itu hoaks.

Menurut Ema Setyawati, Direktur Pengawasan Pangan Olahan Resiko Rendah dan Sedang BPOM RI, menegaskan Nata de Coco yang asalnya dari kelapa itu betul-betul makanan, bukan plastik. Ema menambahkan, produk Nata de Coco masuk dalam kategori pangan.

Kategori Nata de Coco adalah semua bahan berasal dari buah, bisa meliputi bubur buah, santan kelapa, dan lainnya, termasuk makanan pencuci mulut berbahan air kelapa berbasis buah. Dalam proses pembuatannya, pangan yang menyerupai gel ini terbentuk dari jutaan benang selulosa yang berlapis-lapis, sehingga menjadikan pangan ini mengandung serat tinggi yang baik untuk tubuh.

Senada dengan penjelasan dari BPOM RI, dilansir dari laman situs biotek.lipi.go.id, Nata de Coco adalah selulosa murni produk kegiatan mikroba Acetobacter xylinum. Produk ini dibuat dari air kelapa dan dikonsumsi sebagai makanan berserat yang menyehatkan.

Benang serat tipis (selulosa) diperlukan dan penting untuk pencernaan. Lapisan yang banyak tersebut juga membuat Nata de Coco bisa memerangkap cairan. Saat ditekan, cairan tersebut akan keluar dan yang tertinggal adalah benang-benang serat yang menyerupai lembaran tipis. Lembaran tipis inilah yang disebut-sebut seolah-olah lembaran plastik.

Setelah menyimak informasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa informasi tentang Nata de Coco terbuat dari plastik adalah informasi yang salah dan menyesatkan dan karena itulah Wong Coco Family tidak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi Nata de Coco. Sebagai lembaga negara, BPOM juga sudah melakukan pengawasan dari semua aspek, yaitu regulasi, evaluasi pre-market, pengawasan post market, seperti iklan atau promosi, penyelidikan, pemberian KIE, public warning, dan law enforcement.

Satu produk Nata de Coco yang menggunakan gula asli dan tanpa pemanis buatan adalah Wong Coco Nata de Coco. Jadi ingat, ketika Wong Coco Family ingin menambahkan Nata de Coco dalam minuman atau sajian lainnya, selalu pilih Wong Coco Nata de Coco!

“Lihat Artikel Lainnya”

3 Tradisi yang Berubah Saat Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

3 Tradisi yang Berubah Saat Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

Situasi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda seluruh negeri telah mengubah kebiasaan-kebiasaan dan tradisi yang selama ini dilakukan oleh umat Islam saat merayakan Idul Fitri. Berikut adalah kegiatan-kegiatan dan tradisi Lebaran yang harus disesuaikan demi menekan penyebaran virus corona.   Shalat Idul Fitri Berjamaah di Rumah Pada lebaran tahun 2021 ini pemerintah mengizinkan shalat ied berjamaan di masjid maupun lapangan dengan protokol kesehatan, juga terbatas pada komunitas atau lingkup komunitas. Sangat penting untuk menjaga diri dengan menghindari kerumunan saat bepergian dari rumah ke lokasi shalat ied dan sebaliknya. Namun demi menjaga kesehatan kita, ada baiknya tetap melakukan shalat berjamaah di rumah bersama dengan keluarga.   Tidak Mudik   Karena pandemi masih berlangsung, momen lebaran tahun ini pun pemerintah melarang pelaksanaan mudik untuk bisa segera mengakhiri pandemi Covid-19. Tidak hanya melarang warga untuk mudik, pemerintah juga melarang transportasi luar kota untuk beroperasi beberapa hari sebelum dan sesudah lebaran untuk mencegah warga yang ingin melaksanakan mudik.   Silaturahmi Via Online   Momen Idul Fitri akan terasa spesial jika kita bertemu dengan keluarga dan sanak saudara yang tinggal berjauhan. Momen ini juga dipakai untuk saling meminta maaf dan juga memaafkan atas kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya.   Nah, sebagai langkah agar pandemi bisa segera diakhiri, kita semua disarankan untuk tidak berinteraksi langsung, termasuk bermaaf-maafan secara langsung. Silaturahmi bisa tetap kita lakukan melalui pesan singkat atau video call.   Itulah kegiatan-kegiatan dan tradisi lebaran yang harus disesuaikan ditengah pandemi demi menekan penyebaran virus Corona. Walau perayaan Idul Fitri tidak sama dengan seperti biasanya, namun rasa kebersamaan tidak hilang begitu saja, ada begitu banyak cara untuk tetap menjalin silahturahmi dengan keluarga dan kerabat.   Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442H

 08 Mei 2021
Tips Mencegah Osteoporosis Pada Usia Muda

Tips Mencegah Osteoporosis Pada Usia Muda

Osteoporosis memang biasanya hanya diidap oleh lansia, sehingga banyak remaja dan orang dewasa muda yang tak begitu peduli dengan penyakit ini. Walaupun kasusnya jarang, namun osteoporosis (pengeroposan tulang) juga bisa menyerang mereka yang masih muda. Lalu, bagaimana cara mencegah osteoporosis di usia muda? 1. Olahraga Olahraga adalah cara paling efektif untuk mencegah osteoporosis. Olahraga yang paling sering bersentuhan langsung dengan tanah atau lantai dinilai baik buat tulang. Contohnya, lompat tali, lari, dan trampolin. Ketiga olahraga ini dianggap paling bagus untuk mencegah keropos tulang. Selain itu, ada juga olahraga bola voli, bola basket, aerobik high impact, dan olahraga lain sejenis yang juga baik untuk tulang. 2. Pastikan kecukupan nutrisi tubuh Jangan harap kesehatan tulang bisa terjaga di usia muda jika asupan nutrisi tubuh tak terpenuhi. Vitamin D merupakan salah satu nutrisi yang sangat berkaitan dengan kesehatan tulang. Karena itu, jika pola makan yang kita terapkan tak bisa mencukupi kebutuhan vitamin D, tak ada salahnya untuk mengkonsumsi vitamin D. Vitamin ini sangat bermanfaat untuk tulang dan gigi yang kuat. Beberapa sumber vitamin D dari makanan, adalah kuning telur, susu kedelai, dan hati sapi. Minimal usia dewasa perlu 15 mikrogram vitamin D tiap harinya. Selain vitamin D, asupan kalsium juga penting untuk mencegah osteoporosis. Nutrisi yang satu ini bermanfaat untuk menjaga kekuatan tulang. Kalsium terkandung dalam makanan seperti tahu, tempe, kacang merah, dan ikan sarden. 3. Jangan takut terkena sinar matahari Sinar matahari juga bisa membantu mencegah osteoporosis. Tapi, sinar matahari di sini bukan sinar matahari di siang bolong, melainkan sinar matahari pagi. Di waktu ini sinar matahari bisa membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D secara alami. Usahakan tubuh Wong Coco Family terkena sinar matahari pagi (sebelum jam 9 pagi) selama minimal 10 menit. 4. Jauhi faktor risiko Supaya terhindar dari osteoporosis di usia muda, hentikan atau hindari kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan tulang. Contohnya, tidak atau membatasi konsumsi minuman beralkohol dan stop merokok. Itulah beberapa tips mencegah osteoporosis pada usia muda. Semoga bermanfaat!

 17 Februari 2020
Tips Tingkatkan Imun Tubuh Si Kecil Jelang PTM 100%

Tips Tingkatkan Imun Tubuh Si Kecil Jelang PTM 100%

Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, sekolah-sekolah yang berada di wilayah PPKM Level 1 dan 2 saat ini sudah bisa menggelar pertemuan tatap muka setiap hari dengan jumlah siswa 100 persen. Nah, jika sekolah Si Kecil sudah berencana menggelar PTM 100%, maka Wong Coco Family bisa mempersiapkan kebutuhannya agar dapat bersekolah dengan aman tanpa rasa khawatir.   Salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan adalah imun anak. Pastikan ia sudah mendapatkan vaksin Covid-19, minimal suntikan pertama dan untuk meningkatkan imun Si Kecil jelang PTM 100%, berikut adalah tips untuk meningkatkan imun tubuh anak.   Istirahat yang cukup Jadwal tidur yang buruk bisa berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Karena itu, pastikan Si Kecil mendapat istirahat yang cukup dan membuat jadwal tidur yang sama setiap malam. Agar ia cepat terlelap, ada baiknya memastikan kamar dalam keadaan yang tenang dan gelap.   Konsumsi makanan bernutrisi Sistem kekebalan tubuh manusia sebagian besar dibangun dari makanan yang bernutrisi. Agar nutrisi Si Kecil terpenuhi, pastikan Si Kecil mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti buah dan sayuran yang penuh dengan vitamin dan nutrisi penting.   Rutin berolahraga Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu berolahraga karena bisa meningkatkan imun tubuh. Dilansir dari laman Republika, rekomendasi Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyarankan anak berolahraga sekitar satu jam per hari, seperti berjalan santai atau bersepeda.   Itulah beberapa tips tingkatkan imun tubuh Si Kecil jelang PTM 100%. Semoga informasinya bermanfaat dan ingat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan ya Wong Coco Family!

 19 Januari 2022