Artikel

Perlukah Rutin Berolahraga Saat Puasa? Ini Kata Ahli Medis

24 April 2020
Perlukah Rutin Berolahraga Saat Puasa? Ini Kata Ahli Medis

Tidak sedikit mereka yang berpuasa mengurangi aktivitas fisik sehari-hari, salah satunya olahraga. Padahal, olahraga seharusnya tetap dilakukan secara rutin, termasuk saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dilansir dari sebuah artikel di laman situs hellosehat.com yang sudah mendapatkan review dr. Damar Upahita - Dokter Umum, para ahli menyatakan berolahraga ketika puasa tetap perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kenapa ketika berpuasa kita tetap perlu berolahraga?

Karena tetap berolahraga saat berpuasa memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tidak sedikit ahli kesehatan yang setuju bahwa berolahraga ketika berpuasa itu sangat aman. Penelitian, yang informasinya didapat dari sebuah artikel di laman situs hellosehat.com, mengungkapkan bahwa berpuasa selama 30 hari berturut-turut tanpa melakukan olahraga bisa mengurangi kekuatan dan kebugaran tubuh.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti meneliti mereka yang terbiasa berlatih minimal tiga hari seminggu selama 11 bulan berturut-turut tetapi saat bulan Ramadhan tidak berolahraga. Hasilnya, mereka ternyata mengalami penurunan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Berhenti berolahraga sama sekali selama 1 bulan (seperti saat bulan Ramadhan) dampaknya akan sama dengan tidak olahraga selama 4 bulan. Karena itulah, para ahli menyarankan untuk tetap melakukan olahraga selama puasa. Tapi sudah pasti, jenis, intensitas, dan bobot olahraga ketika puasa perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Pilihlah jenis olahraga ringan supaya tidak terlalu menguras energi, seperti yoga, bersepeda, dan berenang dan lakukanlah 30–60 menit jelang berbuka puasa. Ingat, saat olahraga tubuh akan menggunakan cadangan gula di otot pada saat pembakaran lemak (berolahraga).

Karena itu, 30–60 menit jelang berbuka puasa adalah waktu yang tepat untuk berolahraga karena setelah berolahraga kita berbuka dan cadangan gula otot dan energi yang sudah terpakai oleh tubuh bisa segera digantikan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi saat berbuka.

“Lihat Artikel Lainnya”

Tips Mempersiapkan Si Kecil Hadapi New Normal Di Sekolah

Tips Mempersiapkan Si Kecil Hadapi New Normal Di Sekolah

Sampai saat ini memang belum ada keputusan resmi dari pihak terkait bahwa kegiatan belajar sudah bisa dilakukan langsung di sekolah saat New Normal diberlakukan. Tapi tidak ada salahnya jika para orang tua sudah mempersiapkan anaknya agar ia siap jika harus melakukan kegiatan belajar di sekolah saat New Normal diberlakukan. Berikut adalah tips mempersiapkan Si Kecil hadapi New Normal di sekolah jika memang sudah diizinkan oleh pihak terkait untuk melakukan proses belajar mengajar di sekolah. 1. Jelaskan bahaya virus COVID-19 Walaupun mungkin anak sudah tahu bahaya dari virus COVID-19, tidak ada salahnya jika orang tua menjelaskannya kembali agar anak selalu ingat dan waspada dengan virus yang sudah menjadi pandemi di hampir seluruh negara di dunia ini. Agar anak mudah mengerti, gunakan bahasa yang sederhana ya Wong Coco Family! 2. Jelaskan hal yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan Setelah menjelaskan bahaya dari virus COVID-19, lanjutkan dengan menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan selama berkegiatan di sekolah agar tidak terinfeksi virus Covid-19. Seperti point 1, jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang sederhana saat menjelaskannya agar naak mudah mengerti 3. Lakukan latihan protokol kesehatan COVID-19 Latihan protokol kesehatan COVID-19 bisa dilakukan dengan melakukan simulasi di rumah. Biasakan anak untuk selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan selalu mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Latihan ini penting agar anak terbiasa selalu disiplin untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri secara mandiri tanpa merasa terpaksa. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Wong Coco Family semua!

 03 Juni 2020
Waspada, Stres Berpengaruh pada Kesehatan Mental dan Fisik!

Waspada, Stres Berpengaruh pada Kesehatan Mental dan Fisik!

Pandemi Covid-19 ternyata berdampak besar pada kehidupan kita semua. Pandemi yang di masa New Normal ini masih berlangsung membuat tidak sedikit orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi.  Tidak hanya rasa khawatir terinfeksi Covid-19, mereka juga merasa khawatir dengan masalah finansial, pekerjaan dan masa depannya nanti jika pandemi ini tidak segera berakhir.  Dilansir dari laman situs kompas.com, bagi sebagian orang, rasa stres dan cemas menghadapi pandemi bahkan bisa sampai mengganggu kesehatan mental mereka. Apalagi jika sebelumnya mereka memiliki riwayat gangguan kecemasan, depresi, serangan panik, atau gangguan obsesif kompulsif. Stres berlebihan tidak hanya beresiko mengganggu kesehatan mental karena juga bisa membahayakan kesehatan fisik. Dilansir dari laman situs detikHealth, berikut adalah bahaya stres berlebihan terhadap kesehatan fisik. 1. Mengancam imun tubuh Hormon stres bisa melemahkan sistem imun tubuh dan mengurangi respons tubuh terhadap partikel asing, termasuk bakteri dan virus yang bisa masuk ke dalam tubuh. Karena itulah, mereka yang stres menjadi lebih mudah terserang flu, pilek, batuk dan infeksi penyakit lainnya. 2. Meningkatkan resiko diabetes Ketika kita berada di bawah tekanan atau stres, organ hati akan memproduksi gula darah lebih banyak daripada biasanya. Kondisi stress kronis ini bisa akhirnya bisa meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2 menjadi lebih tinggi. 3. Sistem pernapasan dan kardiovaskular terganggu Buat mereka yang memiliki riwayat penyakit asma, ada baiknya untuk bisa mengontrol stres dengan lebih baik. Kenapa? Karena hormon stress juga ternyata berpengaruh pada sistem pernapasan. Stres juga bisa membuat jantung memompa darah lebih cepat dan hal ini bisa berisiko meningkatkan tekanan darah. Akibatnya, jantung akan bekerja terlalu keras dan terlalu lama. Saat tekanan darah naik, resiko untuk mengalami stroke atau serangan jantung pun menjadi tinggi. Resiko serangan jantung akan semakin tinggi kalau orang tersebut punya tingkat kolesterol yang tinggi. Dampak kolesterol tinggi di dalam tubuh bisa menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah. Karena itulah, jika Wong Coco Family merasa stres cobalah kelola dengan baik. Mulailah jalani gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bernutrisi, cukup istirahat, dan rutin berolahraga. Selain itu, coba selingi dengan melakukan hobi atau kegiatan yang kamu sukai agar kamu bisa lebih tenang menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Jika stres masih saja belum mau pergi, berkonsultasi dengan psikolog bisa menjadi solusi terbaik.  

 08 Agustus 2020
Begini Cara Tepat Mencuci Masker Kain

Begini Cara Tepat Mencuci Masker Kain

Wong Coco Family pasti sudah tahu bahwa pemakaian masker sangat penting untuk meminimalisir penyebaran virus corona Covid-19. Seiring dengan kelangkaan masker medis, warga saat ini diminta memakai masker kain ketika beraktivitas diluar rumah.  Masker jenis ini disarankan dipakai untuk warga selain untuk menjaga persediaan masker medis yang hanya boleh digunakan oleh petugas kesehatan, masker kain bisa dicuci sehingga warga tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli masker berkali-kali selama masa pandemi. Walaupun bisa dicuci, masker kain harus dicuci dengan cara yang tepat agar benar-benar bersih dan aman untuk dipakai kembali. Bagaimana cara mencuci masker kain yang tepat? Dilansir dari laman situs kompas.com, menurut pakar penyakit menular Daniel Griffin mengatakan, masker kain bisa kita cuci bersama dengan pakaian lainnya. Kita juga tidak perlu memakai sabun cuci khusus bakteri untuk membersihkan masker kain. Daniel Griffin menjelaskan, pembersihan secara teratur, terutama setelah sekali pemakaian atau ketika masker terlihat kotor dan lembab adalah hal yang paling penting. Jangan lupa juga, proses pengeringan usai mencuci masker harus diperhatikan. Ketika mencucinya dengan mesin, pakai pengaturan suhu paling panas untuk mensterilkan mikroba. Saat mengeringkannya, keringkan di tempat yang mendapatkan paparan cahaya matahari paling panas atau memakai mesin pengering dengan pengaturan suhu paling tinggi untuk membasmi semua patogen yang tersisa pada masker. Kalau tidak ada mesin pengering, Wong Coco Family bisa mengeringkan masker memakai oven (yang bersih) selama 20 menit dengan pengaturan suhu 70 derajat celcius. Semoga informasi ini bermanfaat!

 06 Juni 2020