Artikel

Kerja Akhir Pekan Berisiko Depresi, Jangan Dibiasakan Ya!

Setelah lelah bekerja dari hari Senin sampai Jumat, akhir pekan sudah seharusnya bisa menjadi waktu untuk beristirahat dan keluar dari pekerjaan. Bekerja saat akhir pekan mungkin tidak apa-apa, tapi usahakan untuk tidak terlalu sering. Kenapa sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering? Sebuah studi mengungkapkan bahwa mereka yang bekerja di akhir pekan menjadi lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental. Studi terbaru di Inggris dan sudah dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health, menunjukkan wanita dan pria yang bekerja pada akhir pekan lebih berisiko mengalami depresi. Studi tersebut meneliti data survei dari 11.215 laki-laki dan 12.188 perempuan yang bekerja di Inggris pada tahun 2010-2012. Setengah dari partisipan wanita bekerja di akhir pekan beberapa kali dan jumlah pria yang bekerja di akhir pekan lebih banyak (mencapai dua per tiganya). Hasilnya, para peneliti dalam studi tersebut menemukan wanita yang bekerja di akhir pekan punya lebih banyak gejala depresi ketimbang wanita yang hanya bekerja saat hari kerja. Untuk para pria, juga memiliki lebih banyak gejala depresi saat bekerja di akhir pekan. Melihat hasil studi tersebut, para peneliti menyarankan agar pemilik usaha untuk mempertimbangkan pengaturan jam kerja yang lebih mendukung kesehatan. Pengusaha seharusnya sadar bahwa jam kerja yang panjang dan tetap bekerja di akhir pekan bisa membahayakan kesehatan mental pekerja.

 06 Maret 2020

Cara Mencegah Tertular Penyakit Ketika Naik Kendaraan Umum

  Saat wabah penyakit corona merebak, kita disarankan untuk tetap di rumah dan menghindari aktivitas di luar rumah. Tapi jika memang Wong Coco Family harus keluar rumah dan menumpang kendaraan umum, ada beberapa cara mencegah tertular penyakit ketika naik kendaraan umum, termasuk virus corona. Berikut adalah beberapa di antaranya: 1. Hindari bepergian pada jam sibuk Kalau memungkinkan, hindarilah angkutan umum yang penuh sesak di jam sibuk. Dilansir dari laman situs health kompas, menurut Profesor epidemiologi Dr. Stephen S. Morse dari Mailman School of Public Health Columbia University, AS, kepadatan suatu tempat merupakan salah satu faktor utama penularan virus. Cara ini juga sudah terbukti keampuhannya dalam menekan penyebaran virus corona di Wuhan, China. 2. Jangan menyentuh wajah, mulut, mata & hidung Tangan kita merupakan pintu masuk berbagai penyakit menular. Ketika tangan yang kotor menyentuh beberapa bagian wajah, virus yang menempel di tangan dari benda sekitar yang kita sentuh dengan tangan bisa masuk ke dalam tubuh. Karena itu, sebisa mungkin hindari memegang wajah ketika kondisi tangan belum benar-benar bersih. 3. Lindungi diri dari paparan batuk atau bersin Ketika seseorang batuk atau bersin tanpa masker di transportasi umum, usahakan menjauhi sumber penyakit tersebut. Jika kondisi transportasi publik sedang penuh sesak dan tidak mungkin menjauh, membuang muka dari sumber batuk atau bersin tanpa pelindung masker tersebut bisa menjadi solusi sementara. 4. Bersihkan tangan setelah naik kendaraan umum Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik, atau Wong Coco Family juga bisa memakai hand sanitizer berbasis alkohol setelah naik transportasi publik. Cara ini ampuh untuk melindungi diri dari berbagai penyakit menular. 5. Bersihkan tas dan barang bawaan Kalau Wong Coco Family membawa tas atau barang bawaan ketika naik angkutan umum, usahakan untuk selalu menenteng barang tersebut dan tidak menaruhnya di lantai atau permukaan yang belum terjamin kebersihannya. Namun kalau kondisinya tidak memungkinkan, segera bersihkan tas dan barang bawaan setelah naik transportasi umum. Wong Coco Family bisa memakai tisu disinfektan untuk membersihkan tas atau barang bawaan tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat dan ingat untuk selalu melindungi diri agar tidak gampang tertular penyakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang serta tidur yang cukup agar daya tahan tubuh tetap prima.

 05 Maret 2020

Bahaya Terbiasa Tidur Tengkurap untuk Kesehatan

Wong Coco Family termasuk mereka yang sering tidur tengkurap? Jika iya, maka sebaiknya ubah kebiasaan tidur dengan posisi ini karena ternyata posisi ini bisa sangat berbahaya untuk kesehatan. Kenapa posisi ini bisa berbahaya untuk kesehatan? Karena dalam posisi tengkurap, tubuh akan meregangkan leher, menaikkan bahu sampai menyentuh telinga, dan tangan akan berada pada posisi yang kurang nyaman. Hal ini bisa memberi banyak tekanan pada persendian yang akhirnya bisa menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, ada beberapa bahaya lain yang mengintai jika kita terbiasa tidur dalam posisi tengkurap. Berikut adalah beberapa bahaya tersebut. 1. Tulang belakang menjadi tegang Tidur tengkurap bisa menyebabkan tulang belakang menegang dan menimbulkan nyeri pada punggung, leher, dan persendian. Tulang belakang yang meregang juga bisa mengganggu fungsi organ yang lain karena tulang belakang bertugas untuk melindungi sistem saraf yang mengontrol seluruh fungsi organ di tubuh kita. 2. Kesehatan usus terganggu Saat tengkurap, bagian punggung bawah akan menahan terlalu banyak tekanan. Hal ini bisa meningkatkan risiko sciatica (kondisi nyeri yang disebabkan oleh saraf rusak atau terjepit). Selain itu, sebuah penelitian juga menemukan, masalah pada punggung bagian bawah bisa menyebabkan sembelit & masalah usus. 3. Menyebabkan masalah pernapasan Sistem pernapasan yang terganggu juga menjadi salah satu bahaya dari terbiasa tidur tengkurap. Ini bisa terjadi karena saat tengkurap, berat tubuh kita akan membebani otot pernapasan. Kondisi ini bisa membuat kita menjadi sulit untuk mengambil napas. Itulah beberapa resiko kesehatan jika kita terbiasa tidur dengan posisi tengkurap. Semoga informasi ini bermanfaat!

 04 Maret 2020

Kandungan Gizi Pada Pudding Untuk Kesehatan Tubuh Kita

Dibalik rasanya yang manis, pudding mengandung sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Ada cukup banyak nutrisi yang terkandung dalam pudding. Apa saja? Simak penjelasannya dibawah ini yuk, Wong Coco Family! 1. Serat Serat yang terkandung dalam pudding berfungsi untuk memperlancar metabolisme dan sistem pencernaan sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Metabolisme dan sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik otomatis akan membuat kesehatan tubuh terjaga dan tidak mudah sakit. 2. Kalsium Salah satu bahan pembuatan pudding adalah susu, baik itu dengan susu cair atau bubuk. Nah, dari susu yang digunakan untuk membuat pudding inilah kandungan kalsium bisa kita dapat. Kalsium berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. 3. Protein Sama dengan serat, protein juga bertugas menjaga sistem metabolisme dan pencernaan dalam tubuh. Kandungan protein pada pudding juga bisa bermanfaat untuk kesehatan kuku, rambut dan kulit. 4. Vitamin & Mineral Vitamin & mineral juga terkandung dalam pudding. Ada beberapa vitamin yang terkandung dalam pudding, seperti vitamin A, C, B, B6, B12, dan E. Tidak beda dengan kalsium, mineral juga berperan penting untuk memperkuat tulang dan gigi terutama untuk anak-anak. Itulah beberapa kandungan gizi pada pudding untuk kesehatan tubuh kita.  Nah, untuk menikmati pudding dengan cara yang praktis, Wong Coco Pudding bisa menjadi salah satu pilihan. Produk pudding persembahan Wong Coco ini dibuat dengan Purée buah asli sehingga terasa seperti buah asli. Paduan Purée buah asli dengan susu tanpa lemak dan nata de coco di dalam Wong Coco Pudding sangat cocok untuk pilihan cemilan seluruh anggota keluarga.

 04 Maret 2020

Begini Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh atau sistem imunitas punya peran penting dalam menjaga kesehatan. Daya tahan tubuh harus dijaga dengan baik supaya kita tidak mudah terserang bakteri dan virus yang bisa mengganggu kesehatan tubuh, seperti virus corona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di banyak negara, termasuk Indonesia. Berikut adalah beberapa cara mudah untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Rutin berolahraga Kita disarankan untuk rutin berolahraga selama 30 menit tiap hari, agar sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi meningkat. Tapi ingat, karena saat ini kita disarankan untuk tetap dirumah, carilah olahraga yang bisa kita lakukan di dalam rumah, seperti treadmill, yoga dan lain-lain. Cukup istirahat Kurang istirahat, seperti kurang tidur, bisa dapat menyebabkan imunitas tubuh menurun. Cukupilah kebutuhan tidur sesuai dengan usia. Biasanya, kita membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam setiap malamnya. Hindari stres Stres yang tidak terkontrol bisa menyebabkan produksi hormon kortisol meningkat. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang, peningkatan hormon kortisol bisa menyebabkan turunnya fungsi daya tahan tubuh. Wong Coco Family harus bisa mengelola stres dengan baik agar penurunan fungsi daya tahan tubuh bisa dijaga. Perbanyak makan sayur dan buah Untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, kita disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kenapa? Karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Stop merokok dan minum minuman beralkohol Asap rokok dan alkohol yang masuk ke dalam tubuh bisa merusak sistem imun tubuh. Perokok punya risiko lebih tinggi mengalami infeksi paru, seperti bronkitis dan pneumonia. Sementara untuk perokok yang juga hobi minum minuman beralkohol, lebih berisiko terkena infeksi paru. Itulah beberapa cara mudah untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Semoga bermanfaat untuk Wong Coco Family dan ingat untuk selalu menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh ya!

 03 Maret 2020

Kapan Sih Seharusnya Kita Menggosok Gigi, Sebelum atau Sesudah Makan?

Mungkin masih ada dari Wong Coco Family yang masih bingung, menggosok gigi itu sebaiknya sebelum atau sesudah makan? Sebenarnya sikat gigi sebelum atau sesudah makan itu tidak ada yang salah. Tapi, kalau dibandingkan, maka akan lebih baik dilakukan setelah makan. Kenapa sebaiknya setelah makan? Supaya bakteri dari sisa makanan tidak sempat menempel dan merusak gigi. Tetapi, satu hal yang harus dipahami adalah sebaiknya beri jeda waktu sebelum menyikat gigi, karena menyikat gigi sesaat setelah makan justru bisa menyebabkan rusaknya gigi. Dilansir dari laman situs CNN Indonesia, Prof Melanie Sadono Djamil, Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), mengungkapkan bahwa, "Sikat gigi itu 15 atau 20 menit setelah makan. Berikan kesempatan kepada saliva (air liur) untuk membantu proses pencernaan karena alfa amilase dan enzim lainnya dilepaskan setelah makan." Prof Melanie Sadono Djamil menjelaskan, di dalam mulut ada saliva (air liur) yang sifatnya buffer effect (penyeimbang). Ketika makan, pH normal saliva yang awalnya 6,8 akan turun sampai mencapai pH kritis, yaitu 4. Nah, jika setelah makan langsung sikat gigi, maka struktur alami saliva tersebut bisa rusak dan berpengaruh pada fungsinya terhadap proses pencernaan. Itulah sebabnya, sebaiknya tunggu dulu 15-20 menit, sehingga pH saliva telah kembali normal. Tidak hanya itu, langsung menyikat gigi setelah selesai makan juga bisa membuat email gigi lemah. Terlebih lagi kalau kita mengonsumsi makanan atau minuman yang sifatnya asam. Asam bisa 'membakar' enamel gigi dan lapisan di bawahnya (dentin). Menyikat Gigi di Waktu yang Salah Sebabkan Korosi Menyikat gigi di waktu yang salah, seperti sebelum 15 menit setelah makan, bisa menyebabkan asam naik lebih tinggi pada gigi, yang akhirnya bisa menyebabkan korosi atau pengikisan terjadi lebih cepat dan akibatnya bisa terjadi pembusukan gigi. Selain menyarankan untuk menunggu terlebih dahulu sebelum menyikat gigi setelah makan, Prof Melanie Sadono Djamil juga menyarankan untuk berkumur dengan air putih matang tiap kali selesai makan. Hal ini bisa membantu mempercepat pH saliva dalam mulut untuk kembali normal, sehingga tidak akan sempat melemahkan email gigi. Semoga informasi ini bermanfaat dan jika Wong Coco Family ingin penjelasan lebih lengkap tentang hal ini bisa berkonsultasi langsung dengan ahli kesehatan gigi, yaitu dokter gigi. 

 24 Februari 2020