Artikel

Bahaya Pemanis Buatan Pada Jajanan Si Kecil

Salah satu hal yang membuat si kecil ceria adalah jajanan. Namun sebagai orang tua yang cermat tentunya Wong Coco Family memilih jajanan apa yang sebaiknya dikonsumsi olehnya. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah efek pemanis buatan yang terdapat pada produk jajanan. Walaupun diperbolehkan (dengan batasan konsumsi yang harus dipatuhi supaya pemanis buatan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan anak), ada baiknya jika Si Kecil hanya mengonsumsi camilan yang bebas dari pemanis buatan. Efek Panjang Pemanis Buatan untuk Si Kecil Dilansir dari laman situs hellosehat.com, sebuah penelitian dalam jurnal Toxicological & Environmental Chemistry mengungkapkan bahwa, anak-anak yang diberikan minuman mengandung pemanis buatan diketahui memiliki kadar plasma sukralosa darah yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Plasma sukralosa yang tinggi karena konsumsi pemanis buatan akan bertahan dalam tubuh anak, karena ginjal anak-anak belum mampu membuang zat berlebih secara efektif. Tingginya konsumsi pemanis buatan pada anak-anak juga bisa berpengaruh pada selera makan mereka saat dewasa. Seiring masa pertumbuhan, anak-anak yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan umumnya akan terus mengonsumsinya. Mereka akan cenderung mengonsumsi lebih banyak makan manis ketika tumbuh besar dan akhirnya bisa berisiko obesitas. Yuk, biasakan Si Kecil mengonsumsi camilan bebas pemanis buatan! Melihat fakta-fakta di atas, agar Si Kecil tumbuh sehat, yuk mulai dari sekarang membiasakan Si Kecil untuk hanya mengonsumsi camilan yang tidak mengandung pemanis buatan. Satu camilan yang tidak memakai pemanis buatan adalah MyJelly. Produk jelly persembahan Wong Coco ini dibuat dengan gula asli tanpa pemanis buatan dan tidak menggunakan bahan pengawet. Si Kecil pasti suka karena selain rasanya yang enak, MyJelly juga tersedia dalam beberapa macam rasa yang bisa dipilih sesuai selera, seperti rasa anggur, leci, melon, jeruk dan stroberi.

 26 Maret 2020

Konsumsi 5 Buah Ini untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh adalah salah satu faktor penting di tengah wabah infeksi virus corona atau COVID-19 yang sedang terjadi banyak negara, termasuk di negara kita, Indonesia. Daya tahan tubuh yang bisa membantu melindungi tubuh dari ancaman berbagai penyakit, termasuk infeksi virus corona. Selain suplemen dan rempah-rempah, Wong Coco Family juga bisa mengkonsumsi beberapa buah yang efektif untuk menjaga daya tahan tubuh. Buah apa saja? Berikut adalah 5 buah yang bisa kita konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 1. Jeruk Vitamin C yang terkandung dalam buah jeruk adalah salah satu nutrisi penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Vitamin C diketahui bisa meningkatkan produksi sel darah putih yang bertugas untuk memerangi infeksi. 2. Pepaya Pepaya juga mengandung vitamin C. Tidak hanya itu, buah ini juga mengandung enzim pencernaan yang disebut papain yang bisa membantu tubuh melawan peradangan. 3. Kiwi Secara alami kiwi mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk di antaranya folat, kalium, vitamin K & vitamin C. 4. Semangka Tak hanya segar, semangka juga kaya senyawa antioksidan yang disebut glutathione. Senyawa ini bisa membantu daya tahan tubuh sehingga bisa melawan infeksi. 5. Delima Dilansir dari laman situs CNNIndonesia, Orang-orang Mesir Kuno sering memakai buah delima untuk mengobati infeksi. Sebagian besar penelitian juga menyebutkan bahwa ekstrak delima bisa membantu tubuh melawan bakteri dan virus. Itulah 5 Buah yang bisa Wong Coco Family konsumsi untuk bantu jaga daya tahan tubuh. Semoga informasinya bermanfaat dan ingat untuk juga menjaga kebersihan tubuh ya!    

 25 Maret 2020

Selain Corona, DBD Juga Patut Diwaspadai

Virus corona yang sudah merebak di negara kita saat ini membuat permintaan masker, hand sanitizer dan bahan pembuat jamu yang berkhasiat meningkatkan imun tubuh seperti jahe dan kunyit sulit dicari dan mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Waspada terhadap virus corona memang wajib kita lakukan, tapi tidak lantas membuat kita menjadi panik berlebih dengan melakukan panic buying dan lupa bahwa selain virus corona ada satu lagi ancaman kesehatan lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu demam berdarah. Menurut catatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di negara kita terjadi sebanyak 110.921 kasus sejak Januari sampai 31 Oktober 2019. Sangat banyak bukan? Apa saja gejala umum dari demam berdarah? Demam tinggi hingga 40° Celsius. Nyeri pada kepala, sendi, bagian mata belakang dan otot sampai tulang. Mual dan muntah yang akhirnya menyebabkan nafsu makan menurun. Adanya pembengkakan kelenjar getah bening. Tampak ruam merah di kulit sekitar 2-5 hari setelah demam. Pendarahan dari hidung, gusi dan di bawah kulit. Diagnosis awal yang dilakukan oleh para dokter untuk mengetahui kasus demam berdarah umumnya dilakukan melalui konsultasi tentang keluhan medis dan pemeriksaan fisik yang salah satunya adalah pengecekan darah. Jika hasil pengecekan darah seorang pasien menunjukkan penurunan trombosit dalam darah sebanyak (< 100.000/mm3) yang disertai oleh peningkatan hematokrit 20% dari jumlah normal, maka bisa dinyatakan ia positif terkena demam berdarah. Dalam kondisi ini, penanganan yang cepat dari petugas medis sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penurunan kondisi fisik yang semakin parah yang mungkin saja bisa berujung pada kematian. Cara Mencegah Demam Berdarah Rutin menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Memasang jaring nyamuk pada ventilasi udara supaya nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah. Tidak menggantung pakaian kotor di dalam rumah karena bisa menjadi tempat nyamuk bersembunyi. Rutin berolahraga dan menjaga imunitas tubuh akan mengurangi resiko terserang virus dan penyakit. Itulah penjelasan singkat tentang demam berdarah yang juga harus kita waspadai bersama selain virus corona. Semoga bermanfaat dan ingat, selalu jaga kebersihan dan juga imun tubuh supaya berbagai penyakit tidak mudah menyerang.

 24 Maret 2020

Tingkatkan Imun Tubuh dengan Konsumsi Tanaman Aloe Vera

Di saat pandemi virus corona yang sedang melanda banyak negara, termasuk Indonesia, penting bagi kita semua untuk selalu menjaga sistem imun tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus corona dan penyakit-penyakit lainnya. Salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga imun tubuh adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menerapkan pola makan sehat. Dilansir dari laman situs boldsky.com, meningkatkan sistem kekebalan tubuh juga penting dilakukan dengan konsumsi berbagai makanan yang kaya nutrisi, antioksidan serta vitamin. Nah, salah satu makanan yang bisa meningkatkan sistem imun tubuh adalah tanaman aloe vera. Tanaman aloe vera tidak hanya bisa membantu meningkatkan imun tubuh, tapi juga bisa membantu menangkal beberapa risiko penyakit yang bisa menyerang tubuh. Kandungan mineral, kalsium, tembaga, zat besi, selenium, magnesium dan antioksidan yang terkandung di dalam aloe vera akan menutrisi tubuh dengan baik. Aloe vera juga diketahui mengandung air yang akan membantu menstabilkan kebutuhan cairan dalam tubuh. Jika nutrisi yang terkandung di dalam aloe vera dan dikonsumsi dalam jumlah tepat, aloe vera juga bisa membantu mencegah risiko jantung, mengurangi risiko stres, menurunkan kolesterol, mencegah penuaan dini, nutrisi diet sehat serta membantu menguatkan & memutihkan gigi dengan cara yang alami. Semoga informasi ini bermanfaat dan jika saat ini Wong Coco Family ingin mengonsumsi aloe vera, Wong Coco Aloe Vera bisa menjadi pilihan yang tepat. Tidak hanya praktis karena bisa langsung dikonsumsi atau langsung digunakan sebagai salah satu bahan minuman, Wong Coco Aloe Vera juga dibuat dengan aloe vera dari perkebunan sendiri dan tanpa menggunakan pemanis buatan.

 22 Maret 2020

Nata de Coco untuk Program Diet, Memang Bisa?

Nata de coco yang merupakan hasil fermentasi air kelapa sering digunakan sebagai salah satu bahan campuran es buah, kolak, pudding, es krim, koktail buah, manisan, atau dimakan begitu saja. Tidak hanya itu, nata de coco juga banyak dikonsumsi untuk membantu program penurunan berat badan. Benarkah nata de coco bisa dimanfaatkan untuk program diet? Dilansir dari laman situs kompas.com, menurut Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, nata de coco adalah produk yang tidak akan menyebabkan gemuk karena kandungan kalorinya rendah sehingga sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan. Keunggulan lain dari nata de coco menurut DR. Made adalah kandungan serat (dietary fiber) pada nata de coco cukup tinggi, terutama selulosa.  Dengan kandungan serat dari nata de coco (atau bahan pangan lainnya), proses buang air besar akan menjadi teratur dan berbagai macam penyakit, terutama yang berhubungan dengan pencernaan, bisa dihindari. Tapi ingat, walaupun nata de coco tidak akan menyebabkan gemuk, cara mengonsumsi yang salah bisa menyebabkan kita menjadi gemuk. Penyebabnya bukan nata de coco, tapi sirup yang terlalu manis atau bahan pencampur lainnya. Karena itu, saat mengonsumsi nata de coco, jangan diberi tambahan sirup yang terlalu manis atau bahan-bahan lain yang mengandung banyak kalori. Satu produk Nata de Coco yang menggunakan gula asli dan tanpa pemanis buatan adalah Wong Coco Nata de Coco. Jadi ingat, ketika Wong Coco Family ingin menambahkan Nata de coco dalam minuman atau sajian lainnya, selalu pilih Wong Coco Nata de Coco!

 19 Maret 2020

Bahaya Pemanis Buatan Pada Jajanan Si Kecil

Salah satu hal yang membuat si kecil ceria adalah jajanan. Namun sebagai orang tua yang cermat tentunya Wong Coco Family memilih jajanan apa yang sebaiknya dikonsumsi olehnya. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah efek pemanis buatan yang terdapat pada produk jajanan. Walaupun diperbolehkan (dengan batasan konsumsi yang harus dipatuhi supaya pemanis buatan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan anak), ada baiknya jika Si Kecil hanya mengonsumsi camilan yang bebas dari pemanis buatan. Efek Panjang Pemanis Buatan untuk Si Kecil Dilansir dari laman situs hellosehat.com, sebuah penelitian dalam jurnal Toxicological & Environmental Chemistry mengungkapkan bahwa, anak-anak yang diberikan minuman mengandung pemanis buatan diketahui memiliki kadar plasma sukralosa darah yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Plasma sukralosa yang tinggi karena konsumsi pemanis buatan akan bertahan dalam tubuh anak, karena ginjal anak-anak belum mampu membuang zat berlebih secara efektif. Tingginya konsumsi pemanis buatan pada anak-anak juga bisa berpengaruh pada selera makan mereka saat dewasa. Seiring masa pertumbuhan, anak-anak yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan umumnya akan terus mengonsumsinya. Mereka akan cenderung mengonsumsi lebih banyak makan manis ketika tumbuh besar dan akhirnya bisa berisiko obesitas. Yuk, biasakan Si Kecil mengonsumsi camilan bebas pemanis buatan! Melihat fakta-fakta di atas, agar Si Kecil tumbuh sehat, yuk mulai dari sekarang membiasakan Si Kecil untuk hanya mengonsumsi camilan yang tidak mengandung pemanis buatan. Satu camilan yang tidak memakai pemanis buatan adalah MyJelly. Produk jelly persembahan Wong Coco ini dibuat dengan gula asli tanpa pemanis buatan dan tidak menggunakan bahan pengawet. Si Kecil pasti suka karena selain rasanya yang enak, MyJelly juga tersedia dalam beberapa macam rasa yang bisa dipilih sesuai selera, seperti rasa anggur, leci, melon, jeruk dan stroberi.

 16 Maret 2020

Dampak Buruk Terlalu Sering Mandi Malam Hari

Untuk mereka yang sibuk bekerja dari pagi sampai malam hari, tentu ingin membersihkan tubuh agar dapat tidur dengan nyenyak di malam hari. Tapi, konon, mandi malam tidak baik untuk kesehatan tubuh. Mandi malam ternyata memiliki beberapa manfaat, tapi ingat, bisa berubah menjadi bahaya jika Wong Coco Family mengabaikan beberapa faktor penting. Dilansir dari laman situs idntimes, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, hal-hal yang perlu diperhatikan saat ingin mandi malam hari adalah kondisi tubuh (sedang sehat atau sakit), suhu udara saat itu (sangat dingin atau tidak), dan keadaan atau suhu air saat itu (sangat dingin atau tidak). Hal-hal tersebut perlu diperhatikan karena kalau tidak bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Apa saja? Berikut adalah beberapa di antaranya. 1. Tubuh menjadi demam Suhu tubuh akan meningkat di malam hari dan hal ini menyebabkan pori-pori kulit terbuka. Air yang terlalu dingin bisa meresap masuk dan akhirnya berpadu dengan suhu panas tubuh. Inilah yang bisa membuat sistem daya tahan tubuh menurun dan kita jadi lebih rentan terkena demam. 2. Menyebabkan asam urat Mandi di malam hari dengan air yang dingin di malam hari bisa menyebabkan asam urat. Terasa segar memang, tapi air dingin bisa menyebabkan sendi-sendi terasa nyeri. Ingat, seiring bertambahnya usia, cairan sendi akan mengalami perubahan komposisi. 3. Memicu paru-paru basah Terlalu sering mandi malam dengan air dingin juga bisa memicu paru-paru basah. Mereka yang terlalu sering mandi dengan air dingin di malam hari berisiko mengalami masalah pernapasan seperti batuk dan masalah pernapasan lainnya. 4. Nyeri otot Pori-pori kulit yang terbuka di malam hari menyebabkan bercampurnya suhu tubuh yang tinggi dengan air dingin yang digunakan untuk mandi. Hal inilah yang bisa menyebabkan rasa nyeri pada otot. Semoga informasi ini bermanfaat dan ingat jika memang harus mandi di malam hari, sebaiknya gunakan air hangat dan pastikan tubuh tidak dalam keadaan sakit agar dampak buruk yang disebutkan di atas bisa dihindari.

 11 Maret 2020

Terbiasa Konsumsi Kopi Berlebih Bisa Turunkan Daya Tahan Tubuh, Benarkah?

Meneguk secangkir kopi di pagi hari sebelum kerja atau saat kantuk menyerang di siang hari memang terasa menyegarkan. Tapi ingat, sebaiknya tidak terlalu sering minum kopi, karena jika terlalu sering bisa melemahkan sistem daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Dilansir dari laman situs Copeman Healthcare, konsumsi kafein berlebih bisa memicu pelepasan produksi hormon kortisol (hormon stres) yang tinggi sebagai reaksi terhadap stres fisik dan juga mental. Kalau sudah begini, tubuh akan lebih rentan mengalami peningkatan gula darah, kolesterol dan trigliserida, serta penekanan pada sistem daya tahan tubuh. Seorang konsultan nutrisi Niti Desai juga mengungkapkan hal yang sama. Dilansir dari laman situs Thehealthsite, menurut Niti Desai, kopi bisa melemahkan sistem daya tahan tubuh melalui 3 cara berikut ini: Produksi hormon stres meningkat Kafein yang terkandung dalam kopi jika dikonsumsi berlebih bisa meningkatkan hormon stres atau kortisol. Hormon stres berlebih bisa mengganggu sistem daya tahan tubuh yang akhirnya akan memicu berbagai masalah kesehatan. Sel-sel kekebalan tubuh terganggu Asupan kafein yang berlebih bisa menurunkan produksi antibodi dalam tubuh, karena kafein akan memblokir sel T dan sel B dalam tubuh yang bertugas untuk melawan infeksi. Risiko insomnia meningkat Kafein berlebih juga bisa membuat kita insomnia. Padahal, kurang tidur bisa meningkatkan kadar hormon kortisol yang akan melemahkan sistem daya tahan tubuh. Melihat fakta-fakta di atas, ada baiknya jika kita tidak terlalu sering atau berlebihan dalam mengonsumsi kopi. Sesekali tidak mengapa, tapi terlalu sering bisa menyebabkan daya tahan tubuh kita terganggu. Semoga bermanfaat dan ingat untuk selalu menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup yang sehat ya, Wong Coco Family!

 09 Maret 2020

Hand sanitizer Langka? Jangan Panik, Cuci Tangan Tak Harus Pakai Hand sanitizer!

Kepanikan melanda masyarakat Indonesia akhir-akhir ini karena semakin merebaknya virus corona di negara ini. Salah satu bentuk kepanikan adalah banyaknya orang yang berbondong-bondong memburu cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Akibatnya, harganya melambung tinggi dan sulit ditemukan. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika masyarakat bisa bersikap lebih tenang dan tidak panik karena sebenarnya mencuci tangan tidak harus memakai hand sanitizer. Ada cara lain yang tidak kalah efektif untuk membersihkan tangan, yaitu dengan memakai air dan sabun. Dilansir dari laman situs kompas.id, Dono Widiatmoko, Dosen Magister Bidang Kesehatan Masyarakat University of Derby, Inggris, mengungkapkan, selama ini Pemerintah Inggris selalu menyarankan warganya untuk mencuci tangan memakai sabun, bukan hand sanitizer. Dengan mencuci tangan memakai sabun, bakteri atau virus yang ada di telapak tangan bisa disingkirkan. Dono Widiatmoko menambahkan, tidak salah memakai hand sanitizer. Tetapi dari sisi kesehatan, cuci tangan dengan sabun sudah cukup. Terlebih saat persedian hand sanitizer yang terbatas dan sulit ditemui. Lalu, bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar? Masih dilansir dari laman situs kompas.id, Agus Susanto, Ketua Umum PP Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan mencuci tangan yang baik dan benar bisa dilakukan dengan enam langkah selama 20 detik. Menggosok kedua telapak tangan. Menggosok punggung tangan secara bergantian. Menggosok kedua sela-sela jari tangan. Membersihkan jari-jari dengan cara saling mengunci tangan. Menggosok dan memutar ibu jari secara bergantian. Meletakkan semua ujung jari di telapak tangan dan putar secara perlahan. Semoga informasi ini bermanfaat dan ingat untuk selalu menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai virus dan bakteri, termasuk virus corona.

 09 Maret 2020