Artikel

Ini Manfaat Makanan Ringan Selain Penunda Lapar

02 Februari 2021
Ini Manfaat Makanan Ringan Selain Penunda Lapar

Makanan ringan atau biasa disebut juga dengan camilan sering kita konsumsi sebagai makanan penunda lapar. Selain penunda lapar, makanan kecil juga menyimpan banyak manfaat yang mungkin Wong Coco Family belum ketahui. Apa saja manfaat tersebut? Berikut adalah beberapa di antaranya.

 

  1. Mengontrol Berat Badan

 

Mengonsumsi makanan ringan bisa membuat kita terhindar dari kelaparan ekstrim sehingga saat waktunya jam makan kita tidak makan berlebihan. Dengan berkurangnya keinginan untuk makan berlebih, maka kita bisa dengan mengontrol berat badan. Tapi ingat, makanan ringan yang dikonsumsi juga sebaiknya tidak berlebihan.

 

  1. Meningkatkan Mood

 

Mengonsumsi makanan ringan di kantor sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga dan meningkatkan mood, sehingga kita menjadi bisa tetap tenang, fokus dan selalu optimis pada saat masalah atau tantangan muncul dalam pekerjaan di kantor.

 

  1. Meningkatkan Asupan Nutrisi

 

Makanan ringan juga bisa menambah asupan nutrisi dalam tubuh, seperti buah dan sayuran yang mampu membantu sistem kekebalan tubuh. Pilihan makanan ringan bernutrisi lain seperti yogurt, keju rendah lemak bisa membantu memenuhi asupan protein yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.

 

Itulah beberapa manfaat makanan ringan selain penunda lapar. Nah, satu pilihan makanan ringan yang bisa Wong Coco Family pilih adalah Wong Coco Pudding.  Pudding persembahan Wong Coco ini dibuat dengan purée buah mangga dan jambu biji merah, serta perisa kelapa.

 

 

Wong Coco Pudding juga dibuat dengan susu tanpa lemak yang membuat kita ngemil tanpa perlu takut gembil, serta berisi Nata de Coco yang akan melengkapi sensasi kunyah yang lembut dan kenyal secara bersamaan. Wong Coco Pudding sangat cocok untuk dikonsumsi langsung dan menjadi makanan ringan penunda lapar. Jadi jangan lupa untuk sediakan Wong Coco Pudding dirumah ataupun dikantor!

“Lihat Artikel Lainnya”

Jadi Pandemi di Guinea, Mungkinkah Virus Ebola Sampai Negara Kita?

Jadi Pandemi di Guinea, Mungkinkah Virus Ebola Sampai Negara Kita?

Virus ebola yang sempat mewabah di Kongo pada pertengahan tahun 2020 kembali menjadi pandemi di Guinea pada bulan Februari 2021. Dilansir dari laman situs detikhealth, penetapan pandemi di Guinea ini dilakukan setelah ada 4 dari 8 orang yang terinfeksi dilaporkan meninggal akibat terinfeksi virus Ebola. Pandemi ini sudah pasti harus diwaspadai oleh negara lain, termasuk Indonesia. Namun, mungkinkah virus ebola sampai negara kita? Dilansir dari laman situs okezone, dr Indah Fitriani, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, menjelaskan kemungkinan itu masih ada walau sangat kecil. Menurutnya, ada tiga 3 alasan kenapa wabah Ebola kemungkinannya sangat kecil sampai ke negara kita, yaitu: Indonesia jauh dari lokasi sumber kasus Wabah Ebola terjadi di negara yang letaknya di benua Afrika dan jaraknya sangat jauh dengan Indonesia, sehingga kecil kemungkinan virus ini masuk ke Indonesia. Namun, setiap negara diimbau WHO untuk tetap waspada dengan virus ebola. Telah ditemukan vaksin ebola Ebola sudah ditemukan vaksinnya, yaitu rVSV-ZEBOV. Vaksin ini berisi virus vesicular stomatitis (VSV) yang sudah dimodifikasi, sehingga isinya berupa kode protein yang bisa menstimulasi respons imun (daya tahan tubuh) terhadap virus ebola. Pasien ebola mudah terdeteksi Saat seseorang terinfeksi virus ebola, pasti tubuh pasien akan muncul gejala. Tidak sama dengan Covid-19 dimana pasien terinfeksi mungkin saja orang tanpa gejala (OTG), Mereka yang terinfeksi virus ebola mudah terdeteksi karena memiliki gejala yang sangat berat hingga fatal sehingga tidak mungkin bepergian dengan leluasa, terlebih naik pesawat ke luar negeri. Itulah 3 alasan kenapa wabah Ebola kemungkinannya sangat kecil sampai ke negara kita. Walaupun demikian, ada baiknya kita selalu waspada dan karena pandemi Covid-19 di negara kita belum berakhir, selalu taati protokol kesehatan ya, Wong Coco Family!

 01 Maret 2021
Terlalu Sering Sedih? Ini Efek Buruknya

Terlalu Sering Sedih? Ini Efek Buruknya

Mungkin ada dari Wong Coco Family yang belum tahu bahwa kesedihan yang terlalu sering atau lama bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh. Menurut informasi yang dilansir dari laman situs detikhealth, kesedihan yang mencapai depresi klinis sering dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan serangan panik. Seperti informasi yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry, merasa sedih berlarut-larut bisa mengakibatkan berubahnya tingkat bahan kimia yang ada hubungannya dengan stres dalam otak kita. Bahan kimia ini lalu akan meningkatkan protein inflamasi dalam darah, yang sering dihubungkan dengan penyakit jantung, stroke, dan sindrom metabolik. Menurut Alan Prossin, peneliti dari University of Texas Health Science Center, Houston, seperti dikutip dari laman situs Prevention, ketika kita sedih, tingkat bahan kimia otak yang disebut opioid meningkat. Meningkatnya opioid ini berefek buruk bagi tubuh dan salah satunya adalah turunnya sistem kekebalan tubuh. Turunnya sistem kekebalan tubuh ini, menurut Prossin, bisa meningkatkan risiko tubuh terkena penyakit. Karena itulah mereka yang sedang sedih atau stres umumnya lebih mudah terserang penyakit. Tidak hanya itu, peningkatan opioid juga berisiko memicu pelepasan protein IL-18, yang sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke) Kerja otak kita untuk mengatur nafsu makan juga kemungkinan akan berantakan jika kita sedih terlalu lama. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE pada tahun 2013, mengungkapkan bahwa suasana hati yang tidak menentu bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih cepat lapar, terutama terhadap makanan yang kurang sehat dan berlemak, seperti fast food atau junk food. Lalu, adakah cara untuk mengatasi kesedihan agar tidak berlarut? Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan rutin melakukan kegiatan ringan yang bisa memulihkan pikiran ketika sedang sedih seperti meditasi atau berolahraga ringan. Tidak hanya itu, Wong Coco Family juga bisa memberikan tubuh waktu lebih lama untuk beristirahat. Jika cara di atas belum juga bisa membantu mengatasi kesedihan, Wong Coco Family bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog agar bisa mendapat solusi yang terbaik untuk mengatasi rasa sedih tersebut.

 04 Juni 2020
Cara Mendapatkan Vitamin D, Selain Berjemur

Cara Mendapatkan Vitamin D, Selain Berjemur

Vitamin D bermanfaat untuk membantu menjaga tulang tetap sehat. Vitamin D juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, peredaran darah, dan sistem saraf. Walaupun belum ada pedoman yang ditetapkan, namun Wong Coco Family direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin D sebanyak 600-2.000 IU per hari. Salah satu yang paling efektif dan mudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Tapi, berjemur di bawah paparan sinar matahari bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan vitamin D. Berikut cara efektif lainnya mendapatkan vitamin D, selain dari sinar matahari. 1. Konsumsi ikan Ikan berlemak dan makanan laut merupakan sumber alami vitamin D terbaik. Beberapa jenis ikan dan makanan laut yang kaya akan vitamin D adalah salmon, tuna, ikan kembung, tiram, udang, ikan sarden dan teri 2. Konsumsi jamur Jamur adalah satu-satunya sumber nabati vitamin D. Mirip dengan manusia, jamur bisa memproduksi vitamin D dengan memanfaatkan paparan sinar matahari. 3. Konsumsi kuning telur Kuning telur adalah salah satu sumber vitamin D. Sebuah informasi yang dilansir dari laman situs CNN Indonesia, beberapa studi menunjukkan telur dari ayam kampung bisa memberikan 20 persen kebutuhan vitamin D harian. 4. Minum susu Vitamin D sering ditambahkan ke sejumlah produk makanan dan minuman seperti susu untuk meningkatkan asupan nutrisi. Selain susu, produk lain yang sering ditambahkan kandungan vitamin D adalah sereal dan yogurt. Itulah beberapa cara mendapatkan vitamin D, selain berjemur. Semoga informasinya bermanfaat!

 13 April 2020