Artikel

Jenis Makanan Berserat yang Mudah Disiapkan

18 September 2020
Jenis Makanan Berserat yang Mudah Disiapkan

Makanan berserat sangat penting untuk mempermudah dan memaksimalkan kinerja saluran cerna. Saluran pencernaan yang sehat sudah pasti bisa membantu daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit. Karena itulah mengonsumsi makanan berserat sangat dianjurkan. 

 

Makanan berserat sangat mudah dan disajikan. Berikut adalah beberapa jenis makanan berserat yang mudah disiapkan.

 

1. Sayuran

 

Ada banyak sayuran yang mengandung serat bisa memenuhi kebutuhan serat harian kita (25 gram sampai 40 gram per hari), seperti kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda dan daun pepaya, yang rata-rata mengandung 1,2 gram tiap 100 gramnya. 

 

Untuk menyiapkan sayuran, kita bisa mengolahnya terlebih dahulu dengan cara direbus atau ditumis.

 

2. Buah

 

Sama dengan sayuran, ada banyak buah-buahan yang mengandung banyak serat, seperti buah semangka (0,3 gram per 100 gram), apel merah (2 gram per 100 gram), belimbing (0,9 gram per 100 gram), pir hijau (2,3 gram per 100 gram), jambu biji merah (7,3 gram per 100 gram), dan pepaya (1,3 gram per 100 gram ). 

 

Buah-buahan tersebut bisa disantap langsung atau diolah menjadi sop buah, es buah, atau sajian lainnya.

 

3. Nata de Coco

 

Selain buah dan sayur, ada juga bahan pangan lain yang mengandung serat tinggi dan salah satunya adalah nata de coco. Menurut Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, kandungan serat (dietary fiber) pada nata de coco cukup tinggi, terutama selulosa, sehingga bisa dijadikan alternatif makanan berserat selain buah dan sayuran.

 

Untuk produk Nata de Coco, Wong Coco Family bisa memilih produk yang sangat praktis, yaitu Wong Coco Nata de Coco Dugan 235g yang menggunakan gula asli.

 

 

Hadir dengan bentuk yang lebih unik, produk Wong Coco Nata de Coco Dugan ini dibentuk slice (pipih), sehingga menciptakan sensasi kunyah yang berbeda dari bentuk Nata de Coco pada umumnya seperti Cubes (kotak). 


Wong coco Nata de Coco Dugan 235gr dengan dietary fiber ini cocok untuk dikonsumsi langsung atau ditambahkan dalam sajian lainnya.

“Lihat Artikel Lainnya”

Kerja Akhir Pekan Berisiko Depresi, Jangan Dibiasakan Ya!

Kerja Akhir Pekan Berisiko Depresi, Jangan Dibiasakan Ya!

Setelah lelah bekerja dari hari Senin sampai Jumat, akhir pekan sudah seharusnya bisa menjadi waktu untuk beristirahat dan keluar dari pekerjaan. Bekerja saat akhir pekan mungkin tidak apa-apa, tapi usahakan untuk tidak terlalu sering. Kenapa sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering? Sebuah studi mengungkapkan bahwa mereka yang bekerja di akhir pekan menjadi lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental. Studi terbaru di Inggris dan sudah dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health, menunjukkan wanita dan pria yang bekerja pada akhir pekan lebih berisiko mengalami depresi. Studi tersebut meneliti data survei dari 11.215 laki-laki dan 12.188 perempuan yang bekerja di Inggris pada tahun 2010-2012. Setengah dari partisipan wanita bekerja di akhir pekan beberapa kali dan jumlah pria yang bekerja di akhir pekan lebih banyak (mencapai dua per tiganya). Hasilnya, para peneliti dalam studi tersebut menemukan wanita yang bekerja di akhir pekan punya lebih banyak gejala depresi ketimbang wanita yang hanya bekerja saat hari kerja. Untuk para pria, juga memiliki lebih banyak gejala depresi saat bekerja di akhir pekan. Melihat hasil studi tersebut, para peneliti menyarankan agar pemilik usaha untuk mempertimbangkan pengaturan jam kerja yang lebih mendukung kesehatan. Pengusaha seharusnya sadar bahwa jam kerja yang panjang dan tetap bekerja di akhir pekan bisa membahayakan kesehatan mental pekerja.

 06 Maret 2020